Kamis, 03 Agustus 2017

Keong Mas


Raja Kertamarta adalah raja dari Kerajaan Daha. Raja mempunyai 2 orang putri, namanya Dewi Galuh dan Candra Kirana yang cantik dan baik. Candra kirana sudah ditunangkan oleh putra mahkota Kerajaan Kahuripan yaitu Raden Inu Kertapati yang baik dan bijaksana.
Tapi saudara kandung Candra Kirana yaitu Galuh Ajeng sangat iri pada Candra kirana, karena Galuh Ajeng menaruh hati pada Raden Inu kemudian Galuh Ajeng menemui nenek sihir untuk mengutuk candra kirana. Dia juga memfitnahnya sehingga candra kirana diusir dari Istana ketika candra kirana berjalan menyusuri pantai, nenek sihirpun muncul dan menyihirnya menjadi keong emas dan membuangnya kelaut. Tapi sihirnya akan hilang bila keong emas berjumpa dengan tunangannya.
Suatu hari seorang nenek sedang mencari ikan dengan jala, dan keong emas terangkut. Keong Emas dibawanya pulang dan ditaruh di tempayan. Besoknya nenek itu mencari ikan lagi dilaut tetapi tak seekorpun didapat. Tapi ketika ia sampai digubuknya ia kaget karena sudah tersedia masakan yang enak-enak. Sinenek bertanya-tanya siapa yang memgirim masakan ini.

Rabu, 19 Juli 2017

Taman Nasional Teluk Cendrawasih

0  1  526


Kawasan perairan laut Papua menghadapi tekanan dan ancaman dari penangkapan ikan illegal dan merusak, adanya indikasi penangkapan berlebih ikan karang hidup dan adanya tumpang tindih penggunaan ruang atau zonasi laut.

Teluk Cendrawasih memiliki struktur geologi yang unik dan sejarah oceanographic yang sangat penting. Taman nasional laut ini memiliki terumbu karang yang luas dengan kualitas terbaik di dunia. Survey yang dilakukan dengan melibatkan ahli terumbu karang dunia pada tahun 2006 menemukan lebih dari 500 jenis spesies terumbu karang dengan 14 spesies baru. Pulau Purup dan Selat Numamurang adalah tempat terbanyak ditemukannya keanekaragaman hayati yang pernah dicatat di seluruh dunia.

Ada lebih dari 950 spesies ikan karang ditemukan di Taman Nasional Teluk Cendrawasih. Kawasan ini merupakan rumah bagi populasi mega fauna termasuk hiu paus (Rhinocodon typus), ikan duyung (dugong dugon), Napoleon wrasse, penyu dan populasi predator yang relatif sehat seperti hiu. 

Selasa, 18 Juli 2017

Misteri Indahnya Telaga Warna



Telaga Warna dan Telaga Pengilon adalah objek wisata di Dieng yang paling diminati wisatawan ternyata menyimpan sebuah legenda yang secara turun-temurun diceritakan warga. Legenda Telaga Warna dan Telaga Pengilon adalah kisah yang sangat menarik untuk ditelusuri kisahnya.

Alkisah hidup seorang ratu yang terkenal di samudra luas sbg penguasa. Dia memiliki seorang putri nan cantik yg telah tumbuh dewasa. Kecantikannya sangat terkenal sampai suatu saat datang 2 ksatria muda berparas tampan yang bermaksud meminangnya.
Pada saat itu sang Ratu menjadi sangat bingun, dia harus memilih salah satu diantara kedua ksatria tampan untuk dipilih menjadi menantunya. Sampai akhirnya muncul sebuah ide untuk mengadakan sayembara membuat sebuah telaga. Siapa yang paling cepat dialah yang akan dipilih menjadi menantunya.

Pada waktu yang telah ditentukan dua ksatria itu berlomba membuat telaga. Ternyata ksatria pertama lebih cepat dalam membuat telaga Menjer daripada Ksatria kedua yang membuat telaga pengilon. Oleh karena itu ksatria pertama pun dinyatakan sebagai pemenang dan berhak menikahi sang Putri.

Jumat, 14 Juli 2017

Kisah Perang Antar "Kerajaan Preman" di Jakarta

Perang antar “kerajaan preman” di Jakarta tidak hanya berlangsung belakangan ini saja. Bila kita menelusuri sejarah preman di Jakarta, seperti kita sedang membaca cerita komik persilatan. Menegangkan sekaligus membuat kita miris karena hal ini terjadi di Ibukota Indonesia tercinta.


Berikut beberapa cerita perjalanan “kerajaan preman” di Jakarta mulai tahun 1990-an yang berhasil dirangkum dari sumber Kompas.


Pada tahun 1990-an, Jakarta dikuasai Hercules. Ia semula pemuda Timor yang direkrut Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada saat proses integrasi wilayah itu ke Indonesia. Terluka dalam kecelakaan helikopter, ia dibawa Gatot Purwanto, perwira pasukan yang dipecat dengan pangkat kolonel setelah insiden Santa Cruz, ke Jakarta.

Kamis, 11 Mei 2017

Misteri Sepasang Danau yang Indah di Pegunungan Arfak


Alkisah sepasang anak manusia yang tinggal di pegunungan Arfak, Manokwari, Papua Barat, Indonesia. Mereka hidup berdua dan memadu cinta hingga kekuatan cinta mengabadikan diri mereka menjadi dua buah danau besar yang ada sampai sekarang. Bahkan legenda setempat menyebutkan bahwa danau tersebut masing-masing ditinggali oleh seekor naga jantan dan betina. Dualisme jenis kelamin inilah yang pada akhirnya membuat warga setempat percaya bahwa kedua danau besar ini pun berkelamin jantan dan betina. Oleh karena itu, masyarakat asli setempat menamakan danau jantan sebagai Anggi Ginji dan danau betina sebagai Anggi Gita.

Alam yang indah memang sudah tidak aneh di Papua. Kekayaan alam yang begitu mempesona memang tersebar luas di salah satu pulau besar Indonesia ini. Kekaguman ini juga akan kita saksikan ketika kita mengunjungi Danau Anggi di wilayah Manokwari, propinsi Papua Barat. Hamparan hutan hijau yang masih liar, pegunungan yang menjulang tinggi, dan kehidupan pedesaan yang masih tradisional menjadi daya tarik luar biasa atas anugerah tak ternilai dari Tuhan ini.

Danau Anggi yang terdiri atas dua danau besar ini terletak di kawasan cagar alam pegunungan Arfak dan berada di ketinggian kurang lebih 2.950 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai wilayah tempat tinggal suku Arfak ini, membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan mobil berpenggerak 4 roda. Harus dengan mobil off-road karena medan jalan menuju tempat ini memang mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Jalan tanah dengan batu-batu besar dan sungai-sungai deras yang harus diseberangi menjadi situasi yang dihadapi ketika menuju danau Anggi. Bahkan tidak jarang, para pelancong yang pergi ke danau ini akan menemui tanah longsor dan terhambat selama beberapa jam hingga tanah longsor dapat diatasi. Oleh karena itu, sopir-sopir kendaraan off-road yang biasa melewati jalan ini tidak akan berangkat bila cuaca hujan kurang bersahabat.