Minggu, 21 September 2014

Monumen Replika Pesawat Seulawah RI 001


1 / 5
Monumen Replika Pesawat Seulawah RI 001 – Banda Aceh
Monumen Replika Pesawat Seulawah RI 001 – merupakan pesawat pertama yang dibeli oleh Negara Indonesia, dengan bantuan dana dari seluruh masyarakat aceh yang secara sukarela mengumpulkan dana untuk membeli pesawat ini. Selain itu, pesawat ini memiliki peran penting dalam awal kemerdekaan serta sejarah penerbangan Indonesia.
Lokasi dan Transportasi
Monumen Replika Pesawat Seulawah RI 001 terletak di lapangan blang padang, kecamatan Baiturrahman, Banda aceh, hanya sekitar 1 kilometer dari pusat kota Banda Aceh. Untuk menuju ke monumen ini,pengunjung dapat menggunakan angkutan umum dalam kota, masyarakat Banda Aceh biasa menyebutnya angkutan labi labi.
Tarif yang di pasang angkutan labi labi ini hanya sebesar Rp 2.000*) untuk sekali jalan. Trayek labi labi yang melewati lokasi monumen ini adalah terminal keudah – ulee lheeu. Dengan rute yang akan dilalui mulai dari terminal keudah menuju Jalan Cut Mutia, lalu ke Jalan Tepi Kali dan Jalan Inpres, kemudian ke Jalan Diponegoro, lalu ke Jalan STA.Mahmudsyah, Jalan Muhd. Jam dan Jalan Abu Lam U, sampai akhirnya melewati jalan Sultan Iskandar Muda.
Di tepi jalan sultan iskandar muda akan terlihat Monumen Replika Pesawat Seulawah RI 001 yang berada di lapangan blang padang, atau jika pengunjung ragu dan takut terlewat lokasi tujuan wisatanya, pengunjung tinggal meminta dengan sopirnya untuk berhenti saat sudah dekat monumen pesawat, maka bapak sopir akan berhenti saat sudah berada di kawasan monumen.
Alternatif lainnya pengunjung dapat pula dengan menggunakan becak motor untuk menuju lokasi. Tarif yang di pasang sebesar Rp 10.000*) untuk diantar sampai tiba disana.
Wisata
Pembangunan monumen ini pertama kali di cetuskan oleh TNI Angkatan Udara, dimaksudkan untuk mengenang jasa jasa masyarakat aceh yang telah secara sukarela mengumpulkan harta bendanya untuk membiayai pembelian pesawat ini. Setelah selesai proses pembangunan monumen ini, maka di resmikan pembangunannya oleh panglima ABRI Jenderal L.B.Moerdani pada tanggal 30 juli tahun 1984.
Pesawat ini dulunya memiliki kode pesawat VR HEC, setelah dibeli dan dibawa ke Indonesia,yang saat itu mendarat pertamanya di padang, barulah kemudian presiden soekarno mengubah nama pesawat itu menjadi SEULAWAH yang artinya gunung emas dan diubah kode registrasinya menjadi RI 001.
Badan pesawat ini mempunyai panjang sekitar 19 meter dengan panjang kedua sayap 28,96 meter dan memiliki dua mesin whitney dan pratt yang memiliki berat seberat 8030 kilo gram yang mampu terbang dengan kecepatan 346 km/jam.
Karena faktor usia, akhirnya pada tahun 1975 pesawat ini tidak digunakan lagi dan untuk mengenang jasa dari masyarakat aceh yang memberi modal awal pembelian pesawat ini, maka dibuatlah sebuah monumen replika pesawat ini di lapangan blang padang, Banda Aceh.
Ada tiga replika pesawat yang dibuat oleh Indonesia, yang pertama terletak di blang padang ini, yang kedua terletak di Taman Mini Indonesia Indah yang berada di Jakarta,tepatnya di sekitar anjungan aceh dan yang ketiga berada di Negara Myanmar, tepatnya pada sebuah museum yang bernama museum ranggon.
Kenapa di Myanmar ada pula replika pesawat ini? karena pesawat seulawa ini pernah berjasa menjadi pesawat angkut di Myanmar, sehingga pemerintah Myanmar merasa perlu membalas budi, yaitu dengan membuatkan replika nya yang di letakkan pemerintah setempat di museum ranggon. Jika pengunjung berkesempatan ke Myanmar,maka jangan lewatkan untuk melihat replika pesawat seulawa ini museum ranggon.
Sebelumnya pesawat ini banyak sekali kegunaannya bagi pemerintah Indonesia jaman itu, selain berguna sebagai angkutan senjata, pesawat ini pun berguna untuk perjalanan presiden soekarno ke berbagai daerah untuk membangkitkan semangat pemuda Indonesia dalam membangun negara serta perjalanan ke beberapa negara untuk memberi tahu tentang kedaulatan negara Indonesia.
Melalui pesawat ini pula lah berita berita tentang perjuangan rakyat Indonesia dapat disebar ke beberapa tempat, termasuk juga ke PBB. Dengan adanya pesawat pertama Indonesia ini, maka lahirlah pula jalur-jalur penerbangan di Indonesia, dengan jalur pertama yang dibuat oleh presiden soekarno adalah rute sumatera – jawa, kemudian barulah dibuat rute rute lainnya seiring berjalannya waktu, dengan keberadaan pesawat ini pula lah menjadi titik awal berdirinya perusahaan penerbangan di Indonesia sampai sekarang.
Disekitar monumen pesawat ini selalu ramai dikunjungi masyarakat banda aceh, terutama di pagi dan sore hari. Dengan adanya berbagai fasilitas umum yang dibuat pemerintah Banda Aceh, masyarakat bisa menggunakannya secara gratis.
Apalagi ditambah dengan adanya fasilitas lapangan bola basket dan jogging track, membuat kawasan ini menjadi semakin ramai dikunjungi masyarakat, baik untuk sekedar duduk santai ataupun untuk berolahraga.
Pengunjung tidak perlu khawatir kelaparan saat berada di lokasi ini,di sekitar monumen banyak penjual makanan dan minuman yang menjajahkan dagangannya, makanan yang wajib pengunjung rasakan adalah mie aceh. Mie aceh merupakan makanan favorit masyarakat aceh yang sayang untuk dilewatkan.
Tips
1. Walaupun tampak menjadi wisata yang murah meriah, jangan lupa untuk membawa persediaan uang yang cukup. Karena posisi anda sedang berlibur dan belum tentu anda paham kebutuhan apa saja yang anda butuhkan saat berada di sini
2. Datanglah pada pagi hari dan sore hari, selain cuaca lebih bersahabat, pada jam-jam ini jugalah banyak pengunjung yang datang. Selain itu, pagi dan sore merupakan waktu yang tepat untuk ikut jogging disini.
3. Bawalah topi atau payung, karena cuaca di banda aceh cukup panas. Atau, gunakan sunblock.
Menarik bukan tempat wisata sejarah satu ini? segera ajak teman anda, agar perjalanan semakin seru dan ramai. Jangan lupa kamera dan buku catatan, karena sangat disayangkan jika wisata anda tidak memiliki kenangan ataupun pengetahuan baru yang anda dapatkan. Selamat bersenang-senang di Banda Aceh!  (http://jalan2.com/)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar