LEGENDA-unik

hal-ihwal legenda dan legendaris

Minggu, 21 Juni 2015

Asal usul dan arti di balik Bendera Kuning

Saya yakin ketika menyebut Bendera Kuning, sebagian besar dalam benak anda langsung teringat kepada sebuah kematian. Meskipun secara umumnya bendera kuning memiliki makna atau tanda berduka, namun pernahkah terfikir tentang dasar dari bendera kuning sebagai tanda bahwa sedang ada yang berduka? Kenapa sih tidak menggunakan warna-warna gelap saja?

Itulah Indonesia. Kita harus bangga sebagai warga negara Indonesia yang memiliki bermacam-macam kebudayaan, serta tatanan kehidupan masing-masing daerah. Pepatah mengatakan bahwa, lain ladang, lain ilalang. Kata-kata tersebut sangat cocok bila dikaitkan dalam sisi kehidupan. Karena secara real-nya memang sudah seharusnya kita menyesuaikan diri terhadap kebiasaan atau budaya yang berhubungan dengan kehidupan khususnya. Kita kembali ke bendera kuning..
Kenapa sih bendera kuning identik dengan adanya kematian, atau yang dijadikan sebagai tanda di depan rumah untuk menunjukkan bahwa di rumah tersebut sedang ada yang meninggal?
Asal Usul dan makna di balik bendera kuningDi sekitar Jakarta dan Jawa Barat, biasanya yang menggunakan bendera kuning sebagai penanda bahwa ada salah seorang warganya yang meninggal dunia. Dan mengingat Jakarta merupakan sebuah Ibukota, tidak salah jika setiap daerah berkiblat terhadap kebudayaan Ibukota Indonesia, Jakarta. Begitupun bila anda berada di daerah lain, pastinya akan memiliki asumsi yang berbeda pula terhadap arti dari warna bendera kematian.
Digunakannya bendera kuning sebagai tanda ada orang yang meninggal sudah ada sejak jaman Belanda. Konon awalnya, dulu banyak warga pribumi yang terserang penyakit menular yang selalu berujung pada kematian. Agar tidak tertular penyakit menular tersebut, warga pribumi yang terserang penyakit akhirnya di karantina oleh penjajah Belanda. Dengan maksud agar tidak tertular penyakit, warga yang terjangkit penyakit benar-benar di kurung di dalam sebuah kapal sampai mati. Dan sebagai tanda bahwa di dalamnya ada orang yang terjangkit penyakit berbahaya dan menular bahkan hingga selalu berakhir pada kematian, Belanda memberikan tanda menggunakan bendera kuning yang bertuliskan huruf ‘Q’, yang berarti quarantine (karantina). Oleh karena hal tersebut secara perlahan image bendera kuning identik dengan sebuah duka/kematian.
Sebenarnya bukan hanya bendera kuning, tidak selalu bendera kuning. Karena selain bendera kuning, di daerah-daerah tertentu ada yang menggunakan warna lain. Seperti di Sumatera Barat, biasanya menggunakan bendera hitam. Di Jogja menggunakan bendera warna putih. Di Solo menggunakan bendera warna merah. Itulah beberapa contoh warna bendera kematian di setiap daerah. Jadi, wajar saja jika setiap warna memiliki makna yang berbeda-beda dari tempat yang berbeda pula. (http://www.kenapasih.com)

nugrohokriminolog.blogspot.com di 15.15.00
Berbagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

‹
›
Beranda
Lihat versi web
Diberdayakan oleh Blogger.