Selasa, 21 Oktober 2014

Sejarah Kuda Bendi dari Solok


Alat transportasi kuda Bendi di Kota Solok Sumatera Barat
Sejarah kuda bendi dari Sumatera Barat tak bisa lepas dari aspek transportasi tradisional walau kini kuda bendi sudah langka dan tak lagi banyak digunakan.


Kuda bendi merupakan kendaraan yang banyak dipuji dan disebut dalam kebudayaan Sumatra Barat walau kini keberadaannya mulai jarang. Sejarah kuda bendi dari Sumatra Barat, terutama Solok, berakar jauh sejak jaman Belanda dimana bendi merupakanalat transportasi yang sangat diperlukan masyarakat. Kuda bendi juga sering dijadikan alat transportasi bagi orang-orang Belanda, dan merupakan salah satu bagian tak terpisahkan dari kota maupun desa.

Sejarah kuda bendi dari Sumatra Barat juga begitu kental dalam kehidupan masyarakat sehingga sering muncul dalam berbagai cerita dan lagu khas. Dalam lagu berjudul Babendi-bendi ke Sungai Tanang, misalnya, bendi disebut sebagai kendaraan yang ditumpangi sepasang suami istri yang sedang berbulan madu. Di sini disebutkan tentang rasa senang saat naik bendi berdua, dan menggambarkan betapa kuda bendi sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.


Kuda Bendi di Tahun 90-an
Walaupun kuda bendi tak lagi begitu populer saat masyarakat mulai banyak yang memiliki mobil atau mengenal angkutan bermotor, kuda bendi masih sempat mengalami masa jaya sebagai kendaraan wisata. Misalnya, di Kota Solok yang diusahakan sebagai kota wisata, kuda bendi merupakan kendaraan wisata yang populer. Pada tahun 80-an dan 90-an, misalnya, hampir seluruh sudut kota Solok dipenuhi bendi untuk menyambut wisatawan.

Pada masa ini, bendi sering dijadikan kendaraan wisata ketika orang berkunjung ke Pulau Belibis atau melihat-lihat obyek wisata yang ikonik. Selain itu, setiap kali ada perayaan atau hari besar, biasanya bendi menjadi kendaraan hias dalam pawai. Bendi pun menjadi ikon wisata Kota Solok.

 Kuda Bendi Masa Kini
Walaupun sejarah kuda bendi dari Sumatra Barat sudah cukup dalam, saat ini kuda bendi sudah mulai tergerus jaman layaknya berbagai angkutan tradisional lainnya. Kuda bendi kini bahkan sudah jarang terlihat bahkan untuk kendaraan wisata, termasuk di Solok. Jika dulu kuda bendi bisa terlihat hampir setiap hari di Solok, sekarang mereka biasanya hanya muncul secara terbatas pada hari-hari pasar yang ramai, yaitu Selasa dan Jumat. Bendi di Solok pun kini memiliki trayek sendiri yang terbatas dan hanya untuk mengangkut orang dari pasar ke rumah. (http://www.pelangiholiday.com/)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar