Tampilkan postingan dengan label lokasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lokasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juli 2017

Taman Nasional Teluk Cendrawasih

0  1  526


Kawasan perairan laut Papua menghadapi tekanan dan ancaman dari penangkapan ikan illegal dan merusak, adanya indikasi penangkapan berlebih ikan karang hidup dan adanya tumpang tindih penggunaan ruang atau zonasi laut.

Teluk Cendrawasih memiliki struktur geologi yang unik dan sejarah oceanographic yang sangat penting. Taman nasional laut ini memiliki terumbu karang yang luas dengan kualitas terbaik di dunia. Survey yang dilakukan dengan melibatkan ahli terumbu karang dunia pada tahun 2006 menemukan lebih dari 500 jenis spesies terumbu karang dengan 14 spesies baru. Pulau Purup dan Selat Numamurang adalah tempat terbanyak ditemukannya keanekaragaman hayati yang pernah dicatat di seluruh dunia.

Ada lebih dari 950 spesies ikan karang ditemukan di Taman Nasional Teluk Cendrawasih. Kawasan ini merupakan rumah bagi populasi mega fauna termasuk hiu paus (Rhinocodon typus), ikan duyung (dugong dugon), Napoleon wrasse, penyu dan populasi predator yang relatif sehat seperti hiu. 

Selasa, 18 Juli 2017

Misteri Indahnya Telaga Warna



Telaga Warna dan Telaga Pengilon adalah objek wisata di Dieng yang paling diminati wisatawan ternyata menyimpan sebuah legenda yang secara turun-temurun diceritakan warga. Legenda Telaga Warna dan Telaga Pengilon adalah kisah yang sangat menarik untuk ditelusuri kisahnya.

Alkisah hidup seorang ratu yang terkenal di samudra luas sbg penguasa. Dia memiliki seorang putri nan cantik yg telah tumbuh dewasa. Kecantikannya sangat terkenal sampai suatu saat datang 2 ksatria muda berparas tampan yang bermaksud meminangnya.
Pada saat itu sang Ratu menjadi sangat bingun, dia harus memilih salah satu diantara kedua ksatria tampan untuk dipilih menjadi menantunya. Sampai akhirnya muncul sebuah ide untuk mengadakan sayembara membuat sebuah telaga. Siapa yang paling cepat dialah yang akan dipilih menjadi menantunya.

Pada waktu yang telah ditentukan dua ksatria itu berlomba membuat telaga. Ternyata ksatria pertama lebih cepat dalam membuat telaga Menjer daripada Ksatria kedua yang membuat telaga pengilon. Oleh karena itu ksatria pertama pun dinyatakan sebagai pemenang dan berhak menikahi sang Putri.

Kamis, 11 Mei 2017

Misteri Sepasang Danau yang Indah di Pegunungan Arfak


Alkisah sepasang anak manusia yang tinggal di pegunungan Arfak, Manokwari, Papua Barat, Indonesia. Mereka hidup berdua dan memadu cinta hingga kekuatan cinta mengabadikan diri mereka menjadi dua buah danau besar yang ada sampai sekarang. Bahkan legenda setempat menyebutkan bahwa danau tersebut masing-masing ditinggali oleh seekor naga jantan dan betina. Dualisme jenis kelamin inilah yang pada akhirnya membuat warga setempat percaya bahwa kedua danau besar ini pun berkelamin jantan dan betina. Oleh karena itu, masyarakat asli setempat menamakan danau jantan sebagai Anggi Ginji dan danau betina sebagai Anggi Gita.

Alam yang indah memang sudah tidak aneh di Papua. Kekayaan alam yang begitu mempesona memang tersebar luas di salah satu pulau besar Indonesia ini. Kekaguman ini juga akan kita saksikan ketika kita mengunjungi Danau Anggi di wilayah Manokwari, propinsi Papua Barat. Hamparan hutan hijau yang masih liar, pegunungan yang menjulang tinggi, dan kehidupan pedesaan yang masih tradisional menjadi daya tarik luar biasa atas anugerah tak ternilai dari Tuhan ini.

Danau Anggi yang terdiri atas dua danau besar ini terletak di kawasan cagar alam pegunungan Arfak dan berada di ketinggian kurang lebih 2.950 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai wilayah tempat tinggal suku Arfak ini, membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan mobil berpenggerak 4 roda. Harus dengan mobil off-road karena medan jalan menuju tempat ini memang mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Jalan tanah dengan batu-batu besar dan sungai-sungai deras yang harus diseberangi menjadi situasi yang dihadapi ketika menuju danau Anggi. Bahkan tidak jarang, para pelancong yang pergi ke danau ini akan menemui tanah longsor dan terhambat selama beberapa jam hingga tanah longsor dapat diatasi. Oleh karena itu, sopir-sopir kendaraan off-road yang biasa melewati jalan ini tidak akan berangkat bila cuaca hujan kurang bersahabat.

Jumat, 28 April 2017

Asal Usul Danau Lipan



Di kecamatan Muara Kaman kurang lebih 120 km di hulu Tenggarong ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur ada sebuah daerah yang terkenal dengan nama Danau Lipan. Meskipun bernama Danau, daerah tersebut bukanlah danau seperti Danau Jempang dan Semayang. Daerah itu merupakan padang luas yang ditumbuhi semak dan perdu.
Dahulu kala kota Muara Kaman dan sekitarnya merupakan lautan. Tepi lautnya ketika itu ialah di Berubus, kampung Muara Kaman Ulu yang lebih dikenal dengan nama Benua Lawas. Pada masa itu ada sebuah kerajaan yang bandarnya sangat ramai dikunjungi karena terletak di tepi laut.
Terkenallah pada masa itu di kerajaan tersebut seorang putri yang cantik jelita. Sang putri bernama Putri Aji Bedarah Putih. Ia diberi nama demikian tak lain karena bila sang putri ini makan sirih dan menelan air sepahnya maka tampaklah air sirih yang merah itu mengalir melalui kerongkongannya.

Senin, 23 Januari 2017

Legenda “Majalaya“



Alkisah dahulu kala setelah Situ Sipatahunan mengering, di Sebelah Barat situ berdiri sebuah Kerajaan “Megamendung” dengan Rajanya Sang Purwakarta bergelar Raja Mandala. Sang Raja mempunyai pramerswari bernama Sang Dewi “Nyimas Plered”. Sang Raja dikaruniai 8 orang putra laki-laki. Nama para putra Raja tersebut dinamai dengan sebutan Mandala. Putra sulung bernama Mandalawangi, kedua Mandalagiri, ketiga Mandalacipta, keempat Mandalarsa, kelima Mandalajati, keenam Mandalabraja, ketujuh Mandalaseta, kedelapan Mandaladenta, dan kesembilan Mandalaraga.
Sekalipun kerajaan itu terkenal subur makmur gemah ripah lohjinawi, namun Sang Maha Raja tetap saja murung. Pasalnya, beliau menginginkan lahirnya seorang putri sebagai momongan. Kemudian, Sang raja dianjurkan oleh para pendeta untuk bertapa di “Puncak” Gunung di atas kawah “Air Panas”. Maka, berangkatlah sang raja bertapa untuk mendapatkan petunjuk Hyang Widi. Akhirnya, permohonan dalam tapanya itu dikabulkan, saat Sang Raja pulang , Sang Dewi “Nyimas Plered” hamil dan melahirkan seorang putri yang cantik jelita.

Sabtu, 31 Desember 2016

Jejak sejarah Kota Sampit


Menelusuri jejak sejarah Kota Sampit, nama ibukota Kotawaringin Timur itu ternyata tak lepas dari pengaruh budaya Tionghoa. Konon, asal mula nama Sampit diambil dari bahasa Cina, yang artinya Sam (tiga) dan It (satu). Bagaimana sejarahnya?
Sejarah Sampit tak lepas dari sejarah Kotawaringin Timur. Secara historis, semuanya tak terlepas dari pemerintahan Majapahit dan masuknya agama Islam ke Kalimantan, yang saat itu wilayah pantai Kalimantan Tengah bagian selatan dikuasai oleh Kerajaan Demak.
Sejarah Kotawaringin Timur sendiri dimulai dengan masuknya pengaruh kerajaan Hindu Majapahit di tahun 1365, dengan mengangkat kepala-kepala suku menjadi menteri kerajaan. Ini dikuatkan dengan disebutnya daerah Kotawaringin dalam pupuh XIII Nagarakretagama karya Mpu Prapanca.

Kamis, 08 Desember 2016

Asal-Usul Jayapura



Pada awalnya, nama Jayapura berawal dari Holandia, dimana nama tersebut di berikan oleh Kapten Sachse pada tanggal 07 Maret 1910.  Arti Holandia adalah: Hol = lengkung; teluk. Land = tanah, tempat yang berteluk. 

Negeri Belanda atau Holland atau Nederland – geografinya menunjukkan keadaan berteluk-teluk. Geografi Kota Jayapura hampir sama dengan garis pantai utara negeri Belanda itu. Kondisi alam yang berlekuk-lekuk inilah yang mengilhami Kapten sache untuk mencetuskan nama Hollandia di nama aslinya Numbay. Numbay diganti nama sampai 4 kali: Hollandia-Kotabaru-Sukarnopura–Jayapura, yang sekarang dipakai adalah “Jayapura “. Walikota Pertama Drs. Flores Imbiri. 1979-1989. Walikota kedua Drs. Michael Manufandu, MA. 1989-1993. Walikota ketiga Drs. Reomantyo periode 1994 – 1999. Walikota keempat Drs. M. R. Kambu, M.Si, periode 200-2005. Walikota kelima Drs. M. R. Kambu, M.Si periode 2005-2010. Wakil Walikota H.Sudjarwo, BE.

Kota Jayapura telah sejak lama bersentuhan dengan dunia luar. Hal ini ditunjukkan dengan adanya Orang-orang luar yang pernah singgah di tanah Papua ini adalah orang Spanyol yang pernah mengarungi samudera dan bersentuhan dengan orang-orang Indonesia pada umumnya dan orang-orang Irian pada khususnya. Sejarah arung samudera telah mencatat secara baik seseorang berbangsa Spanyol bernama YNICO ORTIS DE FRETES. Dengan kapalnya bernama “SAN JUAN ” pada tanggal 16 Mei 1545 berangkat dari Tidore ke Mexico. Dalam perjalanan Ortis de Fretes tersebut tiba disekitar muara sungai Mamberamo pada tanggal 16 Juni 1545 memberikan nama NOVA GUINEA kepada orang-orang dan tanah Papua atau Irian Jaya.

Selasa, 29 November 2016

Asal Usul Bengawan Solo


Dahulu kala Sungai Bengawan Solo mengalir tenang dari hulunya di wilayah utara hingga bermuara di Pantai Sadeng yang kini berada di Kabupaten Gunung Kidul. Namun, empat juta tahun yang silam, sebuah proses geologi terjadi. Lempeng Australia menghujam ke bawah Pulau Jawa, menyebabkan dataran Pulau Jawa perlahan terangkat. Arus sungai akhirnya tak bisa melawan hingga akhirnya aliran pun berbalik ke utara. Jalur semula akhirnya tinggal jejak yang perlahan mengering karena tak ada lagi air yang mengalirinya. Wilayah ini menjadi kaya akan bukit-bukit kapur yang menurut beberapa penelitian, semula merupakan karang-karang yang berada di bawah permukaan laut.
 Kini, bekas aliran sungai yang populer lewat lagu keroncong berjudul Bengawan Solo ciptaan Gesang itu menjadi objek wisata menarik. Tak ketinggalan Pantai Sadeng yang menjadi muaranya, selain menjadi objek wisata juga menjadi salah satu pelabuhan perikanan besar di Yogyakarta. Keduanya menjadi jejak geologi yang berharga. Beberapa waktu lalu, sempat diadakan paket wisata menyusuri jalur Bengawan Solo Purba hingga muaranya.
Dalam perjalanan menuju Pantai Sadeng, beberapa ratus meter jalur aliran Bengawan Solo Purba bisa dinikmati pemandangannya. Jalur aliran itu bisa dilihat setelah sampai di dekat plang biru bertuliskan "Girisubo - Ibukota Kecamatan". Berhenti sejenak di pinggir jalan menuju pantai atau berjalan perlahan adalah cara paling tepat untuk menikmati pemandangan bekas aliran ini, sekaligus memberi kesempatan mengabadikannya dengan kamera.

Minggu, 27 November 2016

Curug Nangka




Curug Nangka, merupakan salah satu curug andalan Kabupaten Bogor disamping Curug Luhur dan Curug Cilember. Hal ini dapat terlihat dari foto-foto peta wisata yang menampilkannya dan disandingkan dengan kedua curug tersebut pada pintu masuk ke lokasi.Menuju kelokasi Curug Nangka bukanlah hal yang sulit, jalan yang beraspal meskipun kecil namun mulus mengakibatkan kendaraan bergardan rendahpun sah-sah aja dibawa menuju lokasi ini. Sarana angkutan umum juga tersedia, namun itu berarti butuh tenaga ekstra lagi untuk berjalan dari lokasi pemberhentian angkutan umum ke lokasi wisata ini.Dari papan penunjuk lokasi wisata Curug Nangka terlhat bahwa ada curug lain yang terletak berdekatan dengan curug ini, yang dinamakan Curug Kawung. Disamping itu, terdapat pula bumi perkemahan yang sering digunakan oleh para pencinta alam menghabiskan malam-malamnya dengan mendirikan tenda-tenda beserta api
unggun.

Letak Curug Nangka itu sendiri tidaklah terlalu jauh dari pintu masuk, namun lokasi-nya yang cukup tersembunyi, bisa dimungkinkan terlewatkan saat dikunjungi. Pada kunjungan awal di musim hujan, penulis sendiri menyangka telah mengunjungi dan melihat Curug Nangka, padahal air terjun yang telah penulis lihat sebenarnya adalah Curug Kawung.Lokasi Curug Kawung ini terletak dibagian hulu dari Curug Nangka. Perjalanan menuju Curug Kawung cukup melelahkan karena selain licin oleh hujan atau lembab juga jalan setapak yang dilalui memiliki kontur naik-turun. Meskipun demikian Curug Kawung terletak dilokasi yang cukup terbuka sehingga lebih aman bila sewaktu-waktu terjadi air bah.

Senin, 21 November 2016

JEJAK KOTA TERNATE




Sebagai sebuah kota pelabuhan, Ternate, sebagaimana kota-kota pelabuhan lainnya di Nusantara, telah mengalami perkembangan dan perubahan sepanjang sejarahnya. Dalam hal ini, perkembangan masa Kesultanan, masa Kolonial dan masa Kemerdekaan memiliki signifikansi yang menonjol. Pada masa kesultanan ditandai oleh tata letak kota yang berciri maritim, dimana penataan kota Ternate lama dengan elemen-elemen utama, yaitu Kedaton, Alun-alun, Gedung Pengadilan (Ngara Lamo) dan Mesjid Jami, secara langsung mengingatkan kepada kita cara-cara penataan kota lama atau Kosmogoni.Dimasa Kolonial, ditandai oleh tata letak kota yang berciri Eropa; dan dimasa Kemerdekaan, ditandai dengan melubernya arus urbanisasi yang tak terkendali, sehingga membuat tata letak kota ini tidak lagi terpola, hal ini disebabkan desakan penduduk. Dalam pembahasan kota dari sudut pandang sejarah, maka akan membawa kita pada analisis secara kronologis. 

Ada beberapa pertanyaan mendasar antara lain berkaitan dengan waktu nama Ternate itu pertama kali muncul : alasan-alasan pemilihan asal usul berdirinya kota; dan perkembangan kota secara kronologis 

Jumat, 18 November 2016

Sejarah Nusa Kambangan



Nusa Kambangan adalah nama sebuah pulau di Jawa Tengah yang lebih dikenal sebagai tempat terletaknya beberapa Lembaga Pemasyarakatan (LP) berkeamanan tinggi di Indonesia.
Pulau ini masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Cilacap dan tercatat dalam daftar pulau terluar Indonesia.
Untuk mencapai pulau ini orang harus menyeberang dengan kapal feri dari pelabuhan khusus yang di kelola oleh Departemen Kehakiman R.I.
yaitu dari Pelabuhan Sodong menyebrang ke Cilacap, Jawa Tengah selama kurang-lebih lima menit dan bersandar di Pelabuhan feri Wijayapura di Cilacap.
Feri penyebrangan khusus ini juga di nakhodai dan di awaki oleh Petugas Pemasyarakatan (pegawai LP), bukan dari Departemen Perhubungan, khusus untuk kepentingan transportasi pemindahan narapidana dan juga melayani kebutuhan tranportasi pegawai LP itu sendiri beserta keluarganya.

Minggu, 13 November 2016

KAMPUNG KAUMAN


Pesona Perjuangan Islam

Kampung Kauman yang kecil ternyata menyimpan pesona yang besar. Mulai dari perpustakaan Mabulir yang merakyat hingga Masjid Agung seluas 13.000 m2. Pesonanya telah melahirkan sejumlah tokoh Islam terpandang di Indonesia.
Sebuah persimpangan akan dijumpai sesampai di ujung Jalan Malioboro. Orang seolah dihadapkan pada pilihan hendak ke mana kemudian. Hingga hari ini, lebih banyak orang memilih untuk berjalan terus ke kawasan Kraton tanpa sadar mereka telah melewatkan salah satu pesona yang tersimpan di kawasan itu, Kampung Kauman. Daerah yang akan dijumpai bila memilih berbelok ke kanan, melewati Jalan K.H. Ahmad Dahlan, dan masuk ke sebuah gapura yang ada di kiri jalan.
Kampung Kauman pada jaman kerajaan merupakan tempat bagi 9 ketib atau penghulu yang ditugaskan Kraton untuk membawahi urusan agama. Sejak ratusan tahun lampau, kampung ini memiliki peran besar dalam gerakan keagamaan Islam. Di masa perjuangan kemerdekaan, kampung ini menjadi tempat berdirinya gerakan Islam Muhammadyah. Saat itu, seorang muslim bernama K.H Ahmad Dahlan yang menjadi pendiri gerakan tersebut merasa prihatin karena banyak warga terjebak dalam hal-hal mistik. Di luar itu, K.H. Ahmad Dahlan juga menyempurnakan kiblat sholat 24 derajat ke arah barat laut (arah Masjid al Haram di Mekkah) serta menghilangkan kebiasaan selamatan untuk orang meninggal.

Rabu, 02 November 2016

Pantai Parangtritis




            Parangtritis – Pantai Parangtritis adalah salah satu pantai yang cukup terkenal di kota Yogyakarta. Pantai Parangtritis yang dikenal sebagai pantai laut selatan ramai sekali dengan pengunjung. Pantai ini menawarkan keindahan dengan ombaknya yang besar. Pada pagi hari kita bisa menikmati matahari terbit dan menikmati matahari terbenam. Para pengunjung pantai dapat menikmati suasana pantai dengan naik delman.
            Pantai parangtritis ternyata mempunyai asal usul. Menurut warga setempat parangtritis berasal dari kata parang yang berarti batu dan tumaritis berarti tetesan air. Selain menawarkan keindahan, pantai parangtritis juga menyimpan mitos. Konon, pantai ini merupakan kerajaan Nyi Roro Kidul. Warga setempat begitu mempercayainya dan kepercayaan itu menimbulkan pesona tersendiri.

Minggu, 16 Oktober 2016

LEGENDA SUNGAI BLORONG



Sungai Blorong yang letaknya terletak di sebelah timur kota Kendal. Sungai yang airnya mengalir dengan deras ini ternyata menyimpan banyak misteri yang terdapat di dalamnya. Banyak kejadian yang tidak bisa dinalar menggunakan akal sehat serta logika dari manusia. Kejadian yang tidak dinyana dan tidak disangka banyak terjadi. Banyak orang saksi atau orang yang telah mengalami kejadian yang aneh serta tidak dapat dinalar.
Seperti seorang nelayan yang menyebar jala di sungai itu, dia merasa menginjaki batu yang ada di tepi sungai. Akan tetapi lama kelamaan berpindah ketengah sungai. Orang tersebut tidak menyadari dengan hal tersebut, akan tetapi orang yang ada di tepi sungai melihat dan merasa takjub dengan kejadian tersebut. Kemudian setelah nelayan tersebut berhenti menyebar jalanya dan menepi ke tepian sungai. Orang yang melihat tadi menanyakan apa yang dilakukan oleh nelayan itu. “ sampeyan mau ngopo neng kono?” tanya orang yang melihat. “ njaring iwak mas, kanggo mangan “ jawab si nelayan. Kemudian si orang yang melihat bertanya kembali “ sampeyan mau ngidaki opo?”. Si nelayan menjawab “ aku ngidaki watu ra mas”. Kemudian si orang yang melihat bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama “ sampeyan mau ngidaki opo?”. Dengan penuh keheranan si nelayan kembali menjawab “ ngidaki watu mas, emange ono opo si mas?”. Sejenak orang yang melihat terdiam. Setelah menghela nafas panjang kemudian si orang yang melihat kejadian tersebut menjawab “ sampeyan  mau ngidaki boyo, makane sampeyan soyo suwi soyo mentengah, lan iwak seng sampeyan intuk soyo akeh,”. Dengan penuh keheranan “ mosok si mas? Aku kok rak ngandel?”. Si orang yang melihat kejadian kembali meyakinkan si nelayan bahwa kejadian itu benar-benar terjadi “ nak sampeyan rak percoyo, sampeyan takon wong liyo seng weruh kedadian kuwi mau, mesti njawab sampeyan numpak boyo”. Dengan masih kebingungan dengan hal yang baru saja ia alami, dia pulang ke rumah membawa ikan yang diperolehnya tadi.

Selasa, 11 Oktober 2016

Legenda Gunung Kemukus



Pangeran Samodra

Legenda Gunung Kemukus utawa Legenda Pangeran Samodra iku asale utawa dikenal neng desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, kabupaten Sragen, 26 kilometer saka tlatah Surakarta mengidul. Neng Gunung Kemukus iku ana sarean kramate Pangeran Samodra sing saiki papane kanggo obyek wisata neng kabupaten Sragen. Saben malem jum’at pon, kuburan kramat Pangeran Samodra iku ditekani wong akeh saka ngendi-ngendi sing biasane arep nggolek pesugihan.
Sejatine sing diarani Gunung Kemukus iku beda karo gunung-gunung liyane, kayata Gunung Merapi, Gunung Merbabu, lan sakpiturute. Gunung Kemukus iku dhuwure mung 300 meter saka permukaan laut. Dadi sakjane Gunung Kemukus iku mung gunung anakan. Jeneng “Kemukus” iku sejatine saka jeneng wit kemukus, kaya wit ringin, nanging ora nduwe sulur (akar gantung). Godhonge bisa dienggo tamba. Ananging sumber liyane nyebutake yen jeneng “Kemukus” kuwi saka tembung “Kukus”, amarga saka gunung kuwi kerep metu keluk sing asale saka obong-obongan menyan sing dadi sarat wong-wong sing padha njaluk berkah neng makam kramate Pangeran Samodra.
Miturut cerita saka masyarakat, Pangeran Samodra iku putrane Pangeran Kadilangu utawa.Sunan Kalijaga sing gagah, bagus, lan tuture alus, ananging yen diusut lewat sejarah, putrane Sunan Kalijaga iku jenenge Sunan Muria. Mulane legenda iku isih mbingungke..

Minggu, 09 Oktober 2016

SENDANG BULUS JIMBUNG


Terjadinya keramaian tradisioanal Syawalan setiap 8 Syawal,Desa Jimbung,Kalikotes,Kabupaten Klaten.
Pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan di daerah Jepara,bernama kerajaan Wirotho.keadaan Negara yang aman,tentram berkat kepemimpinan sorang ratu yang bergelar Sri ratu Woro Singo.
Sri Ratu menjalankan roda pemerintahan berdasarkan atas hukum yang tinggi nilainya,maka tak mustahil Negara tersebut masyhur di seluruh penjuru.`
Sri Ratu Woro Singo mempunyai seorang putra bernama pangeran Patahwan.Ia dikenal sebagai putra raja yang tampan.sejalan dengan pemerintahan raja tersebut,terdapat suatu kerajaan di daerah lain bernama Kalingga.Putri Kalingga yang bernama Wahdi ingin negaranya sejajar dengan Wirotho.Negara Kalingga terletak di daerah di daerah Purwodadi,Grobogan.

Kamis, 29 September 2016

LEGENDA DANAU SENTANI



Pada zaman dahulu kala pada lokasi danau sentani dulunya adalah sebuah desa yang sangat makmur. Desa itu makmur karena bersekutu dengan seorang penyihir hebat yang konon dapat memberikan apapun yang diminta rakyatnya dengan balasan tumbal berupa seorang bayi.

Para warga desa itu pun bersedia memberikan tumbal demi kemakmuran desanya (sungguh tidak berperik kemanusiaan). Penyihir itu pun sangat senang tinggal di desa itu karena dia selalu dapat meningkatkan kemampuan ilmu hitamnya. Lalu dia mengangkat seorang anak yang akan menjadi penerusnya kelak nanti. Penyihir itu mengajarkan semua yang dia ketahui kepada anak itu.

Peristiwa itu terjadi bertahun-tahun hingga kepala desa mendapat sebuah mimpi yang mengatakan bahwa peristiwa itu (memberikan tumbal dan meminta tolong kepada penyihir) sebenarnya tidak baik bagi mareka semua. Kepala desa mengumpulkan warganya lalu membicarakan apa yang seharusnya di lakukan, akhirnya mereka membuat keputusan untuk membasmi dan mengusir penyihir itu dari desa mereka.

Senin, 26 September 2016

Danau Tempe


Danau Tempe  yang cukup luas (13.000 hektare) ,dangkal menjadi habitat satwa burung dan ikan air tawar. Pemukiman Masyarakat di tengah danau tempe dengan rumah terapungnya serta masyarakat Bugis sepanjang pinggiran danau yang merupakan kawasan tanah lumpur .
Danau Tempe tampak bagaikan sebuah wadah raksasa yang diapit oleh tiga kabupaten yaitu Wajo, Soppeng, dan Sidrap.
Menyaksikan terbitnya matahari di ufuk timur pada pagi hari dan terbenam di ufuk barat pada sore hari dan ditemani  beragam satwa burung seperti Belibis yang menyambar ikan-ikan yang muncul di atas permukaan air.
Memancing Species ikan air tawar ini yang jarang ditemui di tempat lain, di waktu malam,  di rumah terapung. bersama nelayan, kita dapat menyaksikan rembulan di malam hari yang menerangi Danau Tempe sambil memancing ikan. dan terkadang terdengar musik tradisional Kacapiyang dimainkan penduduk.

Senin, 08 Agustus 2016

Legenda Gunung Kelud


Pada zaman dahulu alkisah Senapati Buto Locaya memiliki dua  rang anak yang bernama Joko Lodro dan Singo Lodro. Ketika Joko Lodro berusia 10 tahun dan Singo Lodro berusia 6 tahun telah ditinggal ibunya untuk menghadap Yang Kuasa, maka dicelah-celah kesibukan Senopati Buto Locayo ini dengan sabar dan semangat mendidik kedua putranya hingga dewasa dengan menurunkan ilmu-ilmu kesaktian dan kanuragan yang masing-masing mewarisi ilmu Handoko Kurdo dan ilmu Banteng Amuk.

Senin, 11 Juli 2016

6 Tempat Menarik di Batas Selatan Indonesia

6 tempat menarik di tapal selatan Indonesia
 Jika bertanya dimanakah letak tapal batas selatan Indonesia, maka jawabannya adalah Kabupaten Rote Ndao. Kabupaten yang terdiri dari Pulau Rote dan pulau-pulau kecil di sekelilingnya ini ternyata memiliki pesona yang luar biasa. Jika anda sempat atau ingin menyempatkan diri berkunjung ke sana, pastikan untuk singgah ke 6 lokasi menarik ini.
  1. Ba’a
    Ba’a merupakan ibukota Kabupaten Rote Ndao. Kota ini menarik karena letaknya dekat dengan pelabuhan yang menghubungkan akses Pulau Rote dengan pulau lain di Nusa Tenggara Timur. Tak perlu khawatir jika anda turun dari kapal maka akan langsung disuguhi rutinitas masyarakat rote di kota Ba’a seperti hiruk pikuk pasar, penjual ikan dan tempat ibadah, Gereja dan Masjid yang letaknya berdampingan.
  2. Pantai Nembrala
    Bagi wisatawan yang senang berselancar, nama Pantai Nembrala barangkali sudah tidak asing lagi. Tempat ini adalah salah satu dari banyak pantai di Rote yang setiap tahun selalu banyak dikunjungi oleh wisatawan baik itu domestik maupun wisatawan asing. Bahkan setahun sekali selalu ada Festival Selancar yang menghadirkan para peselancar dari berbagai belahan dunia. Menarik bukan ?
  3. Mulut Seribu
    Kalau ada yang bilang raja ampat adalah surga dunia, maka kawasan mulut seribu di rote adalah saudara kembar surga dunia. Wilayah perairan yang berlokasi di Kecamatan Landuleko dan Rote Timur ini mempunyai keindahan khas karena pulau-pulaunya yang tersebar disekitar pesisir timur Pulau Rote. Perjalanan biasanya akan dimulai dari Desa Papela menggunakan kapal kecil atau yang biasa disebut oleh orang Rote “Bodi”. Anda akan diantar membelah laut tenang yang berwarna biru muda dan hijau tosca. Pemandangan indah bisa dinikmati saat anda melewati “mulut-mulut” diantara pulau kecil yang tesrebar. Talalu Gagah!
  4. Pantai Tiang Bendera
    Ada satu momen yang biasanya menarik untuk dinikmati sembari menenangkan diri, yaitu saat matahari terbenam. Tepat jika anda mampir ke pantai tiang bendera yang letaknya tidak jauh dari kota Ba’a. Pantai ini menyuguhkan senja yang sangat eksotis dan tempat yang cocok apabila ingin mencari kedamaian, karena meski lokasinya dekat dengan pusat kota di Rote, namun pantai ini relatif sepi. Khas pantai ini adalah sebuah batu yang terletak di karang besar dan menjulang tinggi seperti tiang bendera. Barangkali itulah alasan kenapa pantai ini dinamakan Pantai Tiang Bendera.
  5. Tenun di Kampung Ndao
    Belum afdol rasanya main ke Nusa Tenggara Timur jika belum membeli atau setidaknya melihat kain tenun khas disana. Rote sendiri punya kain tenun yang khas dengan motif unik berwarna hitam/gelap. Kampung Ndao adalah salah satu tempat bagi anda untuk memilih dan melihat-lihat keindahan tenun khas Rote. Lokasi ini terletak di tengah kota Ba’a dan menjadi lokasi terpusat untuk pembuatan dan penjualan kain tenun. Jangan salah, kain tenun khas yang dibuat oleh masyarakat Ndao ini sudah sering berkeliling Indonesia untuk ikut pameran lho. Jadi, cocok jika anda membawanya pulang untuk oleh-oleh.
  6. Pulau Ndana
    Sebenarnya, disebelah selatan Pulau Rote masih ada satu pulau lagi yang berdiri sangat gagah yakni Pulau Ndana. Namun pulau ini kini tak lagi dihuni oleh masyarakat melainkan menjadi pos pengamanan TNI. Jadi Pulau Ndana adalah tempat tinggal kurang lebih 50 orang gabungan dari TNI Angkatan Laut dan Angkatan Darat. Makanya disana hanya ada dua bangunan yaitu Posal (Pos Angkatan Laut) dan Satgas TNI. Tapi jangan salah, jika sempat mengunjungi pulau terluar ini anda akan mendapat sambutan yang ramah para petugas yang sedang berjaga disana dan tentunya bisa menikmati pantai dengan pasir yang masih bersih ditambah padang rumput yang luas. Kapan lagi merasakan bermalam bersama petugas di pulau tak berpenghuni kan? (http://www.uraikan.com/)