Tampilkan postingan dengan label miras. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label miras. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Februari 2015

Indonesia Ternyata Pembuat Bir Terbaik di Dunia Lho!

Indonesia Ternyata Pembuat Bir Terbaik di Dunia Lho!
IST
kiri ke kanan : Richard Chambers (Diageo), Leo Evers (Presiden Direktur MBI), John Galvin (Country Director Guinness Indonesia), Paul Gallagher (Diageo), Robbert Mooij (Supply Chain Director MBI.

Di manakah kamu bisa mendapatkan segelas GUINNESS yang terbaik di luar kota Dublin? Jawabannya di Indonesia!
Guinness Global Technical Center menganugrahi Indonesia sebagai yang terfavorit oleh League of Excellence Award sebagai produsen stout yang sudah berumur lebih dari 250 tahun ini dengan kualitas terbaik.
Setelah melalui pemantauan dari setiap aspek proses produksi, kualitas dan rasa dari pembuatan bir dan sampai ke pengemasannya, Guinness Global Technical Center menobatkan GUINNESS yang diproduksi oleh Guinness Indonesia sebagai botol atau kaleng terbaik  dari bir yang paling berani telah dinikmati oleh jutaan konsumen diseluruh Indonesia dari tahun 2011 0 2012.
Selain itu, setelah setahun secara konsisten meraih rating kualitas terbaik, pada tahun ini Indonesia mendapatkan nilai tertinggi yang pernah diberikan oleh Guinness Global Technical Centre.
“Indonesia berhasil mencapai nilai lebih dari 90 persen, di mana belum pernah diraih oleh siapa pun sebelumnya, menjadikan produksi Guinness tahun lalu di Indonesia adalah yang terbaik yang pernah ada” Ucap Billy Power, Direktur Guinness Global Quality and Program.
Di  Indonesia, GUINNESS di produksi oleh PT Multi Bintang Indonesia Tbk, perusahan bir terbesar di Indonesia, namun dibawah pemantauan langsung and supervisi dari Guinness.
“Kami merasa bangga dan terhormat Indonesia bisa mendapatkan pengakuan internasional. Semenjak tahun 1974, kami selalu berusaha untuk menciptakan yang terbaik disetiap tetes GUINNESS yang diproduksi di Indonesia,” Ucap John Galvin, Perwakilan Guinness Indonesia“ Kami dapat menjamin bagi para konsumen setia GUINNESS bahwa disetiap tetes iconic black brew terdapat kualitas terbaik yang berbeda, mantap dan penuh dengan citra rasa.”
Proses menciptakan rasa yang unik dari iconic stout ini  hampir merupakan sebuah karya seni. Beberapa ciri khas menjadikan GUINNESS®  lebih unggul dari yang lain - malted and roasted barley, porsi yang kaya dari female hops terbaik, ragi special GUINNESS® diturunkan secara turun-temurun sejak Arthur's time, dan  menggunakan air yang dipilih dari kualitas kejernihan dan kelembutannya.
GUINNESS® percaya untuk membuat beer yang terbuat dari sesuatu yang lebih – lebih mantap, penuh cita rasa dan berbeda – kita harus memasukkan lebih. Oleh karena itu GUINNESS® adalah satu-satunya produsen bir dari seluruh dunia yang memanggang barley-nya sendiri sehingga menjadikan stout tersebut lebih kaya warna dan penuh cita rasa.  GUINNESS® juga menggunakan hops dua kali lebih banyak untuk memberikan rasa yang lebih dan ragi unik yang berfermentasi lebih cepat untuk stout yang lebih segar.
Setelah dikemas, setiap botol dicicipi oleh produsen sebelum meninggalkan pabrik bir untuk memastikan bahwa semua memenuhi dengan tepat standarisasi GUINNESS® . Tradisi, keunikan dan passion yang diturunkan dari generasi ke generasi selama 250 tahun yang membuat itu GUINNESS®.
Guinness Global Technical Centre mendirikan League of Excellence Award sekitar 20 tahun yang lalu untuk mendapatkan Guinness terbaik yang ada di seluruh dunia. Kriteria penilaiannya berdasarkan rasa, analisa kontrol, proses pembuatan dan bentuk packaging-nya. (http://www.tribunnews.com/)

Kamis, 05 Februari 2015

Macam-macam Miras dari Nusantara

Kelihatan dari judul nya saja mungkin sobat bertanya- tanya mengapa saya menulis artikel ini? Sebenarnya saya hanya ingin menambah sedikit pengetahuan kita tentang budaya yang asal nya asli made in Indonesia ini..Bukankah Macam- Macam Minuman Keras Dari Nusantara ini juga merupakan bagian dari budaya negara kita (Indonesia)??
Oke sobat langsung aja kita langsung capcus ke TKP...
CAP TIKUS DAN SAGUER
 
 Cap Tikus yang siap untuk dipasarkan
CAP TIKUS.minuman khas dari daerah minahasa ini yang dihasilkan dari penyulingan Saguer (cairan putih yang keluar berasal dari mayang pohon enau atau seho dalam bahasa Minahasa) memiliki kadar alkohol yang cukup tinggi berkisar antara 40% wow...Untuk menguji tinggi nya kadar alkohol biasa nya para peminum mencoba menyulut api ke minuman tersebut jika api yang di hasilkan berwarna biru berarti kadar alkohol yang berada di minuman tersebut bisa lebih tinggi dari 40%.Ckckckck..

Janin rusa, empedu ular dan berbagai macam ramuan tumbuhan yang direndam dalam cap tikus

Ada fakta yang saya dapatkan lebih mencengangkan lagi, beberapa  masyarakat Minahasa mempercayai bahwa ada beberapa jenis binatang maupun tumbuh- tumbuhan yang jika rendam di dalam minuman captikus, maka minuman itu akan lebih berhasiat menambah vitalitas dan darah bagi tubuh si peminum tersebut ( di minum dalam porsi seloki ).  Menurut saya yang lebih mengherankan lagi ternyata hewan yang direndam di dalam cap tikus tubuhnya tidak hancur meski bertahun tahun lama nya, kesimpulan nya berarti captikus ini dapat me mumi kan jasad yang direndam bersama nya  (kesimpulan saya sendiri..hehehehe)..

 Saguer biasa di konsumsi sebagian masyarakat Minahasa, sebelum makan  untuk penambah daya nafsu makan.
SAGUER.dihasilkan berasal dari pohon yang sama dengan captikus ini (enau) mempunyai rasa yang manis  ke asam- asaman, kadar alkohol yang terkandung di dalam saguer ini tergolong  rendah tergantung bagaimana cara para petani menuainya. Uap saguer yang dimasak dan di alirkan melalui pipa bambu menuju ke tempat penampungan, hasil tampungan dari uap itu lah yang menjadi captikus.


  • BALLO 
 Ballo yang dibuat dari pohon lontar
 
>BALLO.minuman sejenis tuak yang berasal dari daerah Bugis Makasar ini merupakan  hasil dari beberapa jenis pohon yang banyak tumbuh di daerah Makasar antar lain Enau, Nipa, Lontar. Menurut beberapa sumber ballo juga dapat di buat dengan cara di fermentasi, caranya air yang berasal dari buah lontar ditampung kemudian di pendam di dalam tanah dalam beberapa hari. Kadar alkohol ballo sendiri juga bereda- beda tergantung dari hasil pembuatan nya tapi pada umumnya kadar alkoholnya berkisaran sama dengan tuak pada umum nya. Ballo biasanya di minum sebagian warga untuk menghilangkan rasa dingin dan beberapa warga juga percaya minum ballo dapat menambah daya tahan tubuh jika diminum dalam porsi yang wajar. 
  • CIU

 Ciu minuman berasal dari Solo Jawa tengah


CIU.minuman keras asli Jawa tengah ini memiliki kadar alkohol yang cukup tinggi berkisaran antara 30% sampai 40% minuman yang berasal dari Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa tengah ini dihasilkan dari fermentasi limbah cair yang terbuang dalam proses pembuatan gula tebu.


  • SOPI/ MOKE 

 Sopi/Moke


SOPI/ MOKE.terkenal untuk di wilayah Indonesia timur, minuman mempunyai sebutan yang sama untuk di daerah Maluku, Flores dan Papua. Minuman yang dihasilkan dari pohon enau ini mempunyai kadar alkohol yang cukup tinggi berkisar antara 50%, nilai tinggi nya alkohol yang terkandung dapat dilihat dari warna sopi itu sendiri, semakin bening warna dari minuman itu maka semakin tinggi pula alkohol yang terkandung bahkan jika di sulut dengan api maka sopi yang berwarna bening ini dapat menyala.Cara pembuatan menurut petani enau di daerah Maluku, batang pohon enau diiris untuk diambil getah nya yang biasa nya proses pengambilan getah ini bisa memakan waktu satu hari, kemudan getah- getah dari pahon enau itu di uapkan, hasil dari uap itulah yang akan menjadi sopi.




  • SWANSRAI/MILO

MInuman LOkal Papua


SWANSRAI/MILO.yang berasal dari Papua ini dibuat dari pohon kelapa sudah tua, diambil air nira dari bakal buahnya lalu di fermentasi, kadar alkohol nya berkisar antara 25%- 30%.yang menurut saya fantastis harga sebotol MILO (MInuman LOkal) ini Rp 50.000 (satu botol kecil minuman mineral) di daerah Biak, harga yang relatif mahal untuk sebotol minuman keras tradisional.
  • LAPEN
Minuman LAPEN yang tergolong berbahaya
 LAPEN.LANgsung PENing adalah minuman yang berasal dari daerah Djogja, minuman jenis ini sangat berahaya karena ramuan untuk membuat minuman ini sendiri terdiri dari alkohol 95,8% yang dicampur air mineral, gula pasir, zat perasa (essence) dan sedikit pemanis buatan, kemudian ramuan ini didiamkan selama 12 jam sebelum di pasarkan. Sudah banyak korban jiwa yang di akibatkan dari mengkonsumsi minuman ini.


  • ARAK BALI

Arak Bali  merk "Dewi Sri"

 ARAK BALI.dari kemasan nya saja mungkin sobat yang belum pernah tau minuman ini mengira ini adalah minuman import, ini adalah minuman tradisional Bali yang sudah dikemas sedemikian rupa sehingga menarik untuk si calon pembelinya yang biasanya berasal dari wisatawan domestik maupun mancanegara tujuan nya sih sebagai bentuk promosi wisata Bali dan dapat dijadikan buah tangan juga oleh pembelinya. Arak ini dibuat dari fermentasi beras ketan (pentapean). Kadar alkohol yang terkandung dari minuman ini berkisar 37%- 50% harga yang ditawarkan berkisaran Rp 55.000- Rp 150.000.

  • TUAK MEDAN 




TUAK MEDAN.horas bah..Minuman yang berasal dari Toba Sumatra Utara ini memiliki rasa yang manis dan sedikit asam tergantung dari berapa lamanya tuak ini sudah dibuat, asal mula tuak ini dari pohon enau atau aren (Bagot dalam bahasa Toba) selama berminggu- minggu tandan pohon ini barulah dipotong mayang nya, kemudian ujung tandan yang dipukul- pukul tadi dibungkus dengan obat (kapur sirih dan keladi yang ditumbuk) selama dua sampai tiga hari.Setelah proses ini milai akan mengeluarkan airnya dengan lancar, setelah itu air yang keluar tadi di tampung kedalam bak kayu (raru). Raru inilah yang membuat peragian.Wanita di masyarakat suku Batak memanfaatkan tuak juga sebagai pelancar ASI bagi wanita yang baru melahirkan. (http://vicholasbrilliant.blogspot.com)

Minggu, 25 Januari 2015

Bir, Minuman Tertua di Dunia





Popularitas bir sebagai minuman beralkohol yang paling banyak dikonsumsi di dunia sudah tidak diragukan lagi – saat ini bir bahkan menduduki peringkat ketiga minuman terpopuler di dunia.

Satu lagi fakta yang menarik tentang bir: minuman ini ternyata merupakan salah satu minuman tertua yang dibuat manusia. Bukti-buktinya tercatat pada sejarah tertulis Mesir Kuno dan Mesopotamia.

Meskipun tidak ada yang tahu pasti kapan bir pertama kali diproduksi, beberapa bukti sejarah telah membuktikan bahwa minuman ini telah menyertai perjalanan panjang peradaban manusia. Prasasti tanah liat di Babilon, misalnya, menjelaskan dengan rinci resep pembuatan bir di tahun 4.300 SM. Selain itu, bir juga telah dibuat oleh bangsa Cina kuno, Asiria dan Inka.

Nampaknya bir dengan racikan jaman dulu juga pernah menjadi minuman obat. Sebuah tulisan yang ditemukan di Mesir dan diduga dibuat pada tahun 1600 SM menuliskan 100 resep pengobatan dengan menggunakan bir. Sebuah resep kuno berusia 3 milenium yang ditemukan di kuli matahari Ratu Nefertiti juga pernah diolah oleh New Castle Brewery di Inggris menjadi 1000 botol bir yang diberi nama “Tutankhamun Ale”.

Produksi bir untuk tujuan komersil pertama kali tercatat pada tahun 1200 di suatu tempat yang saat ini masuk ke dalam wilayah negara Jerman. Di tahun 1506, Jerman mengeluarkan sebuah undang-undang yang mengatur kemurnian bir, dan pembotolan bir mulai diterapkan pada tahun 1605.

Karakter bir telah berubah secara drastis sepanjang ribuan tahun. Meskipun pada esensinya bir merupakan minuman beralkohol, saat ini telah ada beberapa variasi bir dengan kadar alkohol mendekati atau tepat 0%.

Lantas bagaimana dengan sejarah bir di Indonesia? Bangsa Indonesia pertama kali diperkenalkan pada bir saat penjajah Belanda mendirikan NV Nederlands Indische Bierbrouwerijen dan mulai memproduksi bir di Surabaya pada November 1931. Pabrik bir inilah yang kemudian menghasilkan brand bir paling populer di Indonesia saat ini: Bir Bintang. (http://indonesiaindonesia.com/)

Rabu, 07 Januari 2015

Sopi: Antara Tradisi dan Toleransi

Bhisma Adinaya

Ilustrasi Sopi

Minuman alkohol dari proses penyulingan nira aren dan kelapa mendominasi minuman keras lokal Indonesia. Selain itu, ada juga yang berasal dari fermentasi dari buah-buahan dan beras. Kadang disebut juga tuak atau arak.
Di Manado, kita kenal minuman Cap Tikus yang berasal dari penyulingan nira aren, atau di daerah setempat disebut sagoer.  Di Maluku, Papua, dan Flores, minuman suling nira aren ini disebut sopi.
Sopi sendiri berasal dari bahasa Belanda, yaitu zoopje, yang berarti alkohol cair. Almascatie, blogger, penulis, sekaligus pemerhati budaya Maluku menyebutkan, warna sopi ada yang bening, ada juga yang bening kekuningan. Konon, degradasi warna ini menentukan kadar alkoholnya. Semakin tinggi kadar alkoholnya, semakin bening sopi tersebut. Kadar alkohol dalam sopi mulai dari 30% ke atas.
Sopi ini merupakan minuman keras yang dilarang, termasuk di Maluku. Almascatie mengisahkan, alasan utama kenapa minuman sopi ini dilarang adalah karena efek sampingnya. “Pada saat mabuk, mereka berkelahi, bikin ribut. Makanya dilarang,” tuturnya.
Sejatinya minuman sopi ini sudah mendarah daging bagi orang Maluku, termasuk dari suku Ambon. Sopi dianggap sebagai minuman adat. Pada upacara adat Pukul Sapu, Kampung Soya di Pulau Ambon yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, sopi itu disajikan sebagai “anggur persaudaraan” untuk menjamu gandong (saudara) mereka dari Kampung Salemang di Pulau Seram yang mayoritas muslim datang.
Begitu juga pada saat upacara Panas Pela, ritual kerukunan antar negeri di Maluku yang berbeda agama, sopi selalu disajikan di sana, sebagai simbol persaudaraan dan kerukunan.
Di Ambon, Almascatie mengisahkan, ada komunitas yang berusaha untuk melegalkan minuman sopi, supaya bisa dijual dan bisa dikontrol. “Sekarang ‘kan dijual secara sembunyi-sembunyi, siapapun bisa beli. Kalau dilegalkan, bisa diberi peraturan yang membatasi dan mengontrol pembeli. Sekarang anak SMP aja bisa beli,” kata Almascatie.
Di daerah Tual ada beberapa kampung yang penghasilan utamanya adalah pembuat sopi. Ketika dilarang, masyarakat di kampung ini kesulitan mencari penghasilan lain. “Bahkan sampai ada lagu yang dibuat kawan di sana, yang mengisahkan bagaimana mereka bisa sekolah sampai sarjana karena sopi, bukan karena hasil laut atau ladang,” kata Almascatie dengan logat Ambonnya.
“Di Ambon, sopi mempunyai nilai adat yang lebih tinggi ketimbang hanya dianggap sebagai minuman memabukkan,” kata Almascatie. Kerukunan antar suku dan pemeluk agama memang bukan hal yang mudah, apalagi di Ambon, saat-saat ini. (http://intisari-online.com/)

Senin, 05 Januari 2015

Sopi, Minuman Keras dari Flores


13729019762056870768
Sebotol Sopi Bakar Menyala. Dok. Pribadi

Flores ada sebuah pulau. Salah satu yang unik di sana adalah sejenis minuman keras yang nikmat. Namanya sopi. Sopi diproses secara tradisional. Disadap dari pohon enau. Sopi sebenarnya berasal dari istilah bahasa Belanda, Zoopje, yang berarti alkohol cair. Dari kawan flores bagian barat, mulai dari Kabupaten ngada sampai di kabupaten manggarai barat lebih dikenal dengan nama sopi. Sedangkan kawasan flores bagian tengah dan timur dikenal dengan nama moke atau arak.
Sopi sendiri sudah menjadi tradisi bagi masyarakat flores. Sebuah pesta tanpa sopi, rasanya seperti tak ada pesta. Sopi menjadi daya tarik dan nilai tersendiri untuk sebuah pesta di flores. Biasanya tuan pesta akan menyiapkan berliter-liter sopi. Untuk dihidangkan pada tamunya.
Dalam ritual adat sopi menjadi salah satu menu yang tidak boleh terlewatkan. Pada beberapa tarian daerah, selalu disediakan sopi sebagai perangsang dan penyemangat. Sopi telah menyatu dengan masyarakat flores.
Proses pembuatan sopi boleh dibilang sederhana. Air hasil sadapan dari mayang enau yang telah diiris, getahnya ditampung dalam sebuah wadah dari bambu. Biasanya, getah ini ditunggu hingga terkumpul dari pagi sampai sore. Ataupun sebaliknya. Lalu, getah-getah ini dimasak dalam periuk tanah. Hasil uapan disalurkan lewat alat sederhana yang terbuat dari bambu. Hasil uap tersebut yang nantinya akan kembali jadi air dan menghasilkan sopi.
Proses masaknya biasanya sehari. Kalau proses penyadapannya itu dua minggu. Namun, seluruh proses tergantung pada cuaca. Jika sering hujan, pengumpulan air sadapan akan lebih lama. Total, prosesnya memakan waktu sekitar 10 harian, mulai dari awal menyadap sampai mengemas di botol.
Sopi yang berkualitas sedang biasanya hanya diuapkan satu kali. Sedangkan, sopi yang berkualitas bagus, diupakan dua kali. Hasil uapan pertama, kemudian diuapkan lagi. Sopi yang diuapkan satu kali, kadar alkoholnya sekitar 30% sedangkan sopi yang diuapkan dua kali kadar alkoholnya lebih tinggi. Masyarakat menyebutnya BM (Bakar Menyala), lantaran bisa terbakar kalo didekatkan pada api. (Pratikum kimia waktu SMA kami dulu kadang menggunakan sopi BM ini, jika kesulitan mendapatkan spiritus)
Bila anda dalam perjalanan ke flores. Mampirlah untuk minum barang seteguk dua. Dijamin rasanya yang lezat dan nikmat akan membuat anda ketagihan. Harganya pun bisa dibilang murah. Berkisar dari Rp. 10.000 sampai Rp. 50.000 tergantung dari kualitas yang ditawarkan. (http://sosbud.kompasiana.com)

Sabtu, 03 Januari 2015

Baram, Tuak Khas Kalimantan

Jika di Jogyakarta dikenal lapen sebagai salah satu teman menikmati malam selain rokok kretek, maka lain lain jika sudah berada di Kalimantan Tengah. Bagi penikmat minuman beralkohol, pilihan minuman keras lokal penghangat badan yang patut dicoba adalah baram.
Tidak diketahui dengan pasti mulai dari kapan orang Dayak mengenal teknik fermentasi dan penyulingan baram ini, yang jelas itu telah menjadi tradisi selama beratus-ratus tahun karena baram digunakan dalam ritual sebagai sesaji untuk para roh leluhur. Perlu bakat dan keterampilan khusus serta ketelatenan untuk menghasilkan baram yang nikmat, karena pembuatannya melalui banyak proses peracikan berbagai macam bahan dan penakaran yang pas. Resep dan keterampilan membuat baram ini diwariskan secara turun temurun, kebanyakan dilakukan oleh kaum perempuan.
Bahan dasar pembuatan baram antara lain nasi ketan, enau, nila, serta ragi. Umumnya beras ditumbuk sampai halus lalu dicampur dengan berbagai rempah-rempah, seperti kayu manis, lengkuas, dan adas. Setelah itu dibuat menjadi adonan dengan dicampurkan air dan kemudian dibentuk bulatan-bulatan sekepal tangan. Adonan yang akan dibuat menjadi ragi ini kemudian dijemur hingga benar-benar kering. Biasanya berlangsung beberapa hari, sampai seminggu.
Selanjutnya beras ketan dimasak dengan gula, lalu dibubuhi ragi yang tadi telah dibuat sehingga menjadi tape. Bahan ini akan disimpan dalam wadah tertutup selama beberapa hari, biasanya sekitar seminggu.

4.bp.blogspot.com/_9Le4HEkblmQ/STQgasV7WYI/AAAAAAAAAMA/7L3DO-yXh4o/s320/PotongPantan&DrinkingBaram.jpg
Semakin lama disimpan, maka kadar alkohol baram akan semakin tinggi dan memabukkan. Baram pada umumnya memiliki kadar alkohol di atas 10% – 20%, hasil dipendam selama seminggu lebih, dan rasa baram akan manis. Kadar alkohol baram dapat diukur dari bau dan kejernihannya. Baram yang berbau keras artinya memiliki kadar alkohol yang tinggi. Baram juga, semakin bening dan jernih, maka semakin tinggilah kadar alkoholnya, bisa mencapai 80% jika dipendam selama berbulan-bulan hingga setahun. Baram yang terlihat agak keruh kadar alkoholnya rendah dan rasanya agak masam.
Baram sendiri sebagai salah satu unsur penting dalam ritual penghormatan roh leluhur, juga memegang peranan penting dalam penyambutan tamu atau sekadar pelengkap jika sedang mengobrol dengan teman. Baram disuguhkan kepada tamu besar yang disambut, tamu dalam ritual Dayak, atau mereka yang semalam suntuk bermain dadu gurak (semacam judi yang biasanya berlangsung beberapa malam jika ada orang yang meninggal dunia).
Seorang peminum baram akan terbawa emosinya sesuai lingkungan sekitar. Misalnya dalam suasana pesta yang meriah, maka si peminum akan ikut tertawa dan bergembira. Namun tergantung dari kebiasaan masing-masing saat mabuk. Beberapa orang cenderung diam, namun ada juga yang ribut sendiri, bahkan ada yang lancar bercerita. Baram akan sangat memabukkan jika dikonsumsi dalam jumlah yang lumayan banyak. Efek memabukkannya bisa berlangsung dua sampai tiga hari, dengan kepala terasa agak pusing, tubuh cenderung lemas, dan penglihatan sedikit nanar. Penetralisirnya adalah dengan meminum air asam Jawa. Efek mabuk yang lama ini tidak berlaku bagi mereka yang sudah terbiasa meminum baram, terutama masyarakat Dayak di pedalaman.
Di Kota Palangka Raya dan sekitarnya, selain dalam ritual adat, umumnya baram dapat ditemukan di pasar tradisional dan toko minuman keras. Namun biasanya untuk mendapatkan baram yang enak dan murah, dapat dicari di rumah-rumah warga yang memang memproduksi baram (ilegal) secara industri rumahtangga. Sekarang ini harga satu liternya sekitar tujuh sampai sepuluh ribu rupiah. Jika dirasa kadar alkoholnya masih kurang, bisa dipendam sendiri.
Di Kalimantan Tengah. Jangan sembarangan meminum air putih dalam botol air mineral yang dijumpai di rumah seorang pemabuk. Siapa tahu saja itu baram dengan kadar alkohol yang sangat tinggi. (https://hikarusky.wordpress.com)

Tak Perlu ke Jepang untuk Minum Sake

(Lamandau yang Eksotik)

Sewaktu membuka foto-foto dokumentasi saya di laptop, mata saya tertumbuk pada foto eksotik di atas. Foto menunjukkan seorang pribumi suku Dayak Tomun, sedang menuangkan tuak dari guci tanah liat. Nostalgia saya kembali melayang ke masa PTT di Lamandau, kabupaten pemekaran di Kalimantan Tengah. Di Kabupaten ini, dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2005, saya bertugas sebagai dokter PTT. Diberi tanggung jawab sebagai Pimpinan Puskesmas Tapin Bini, sebuah desa di Kecamatan yang namanya sama dengan sungai yang melaluinya: sungai Lamandau. Dan juga sama dengan nama Kabupatennya.
Tuak adalah nama minuman khas tradisional suku Dayak. Jangan dikelirukan dengan minuman tuak dari nira, yang juga dikenal di daerah lain di nusantara. Tuak asli Dayak di buat dari fermentasi beras ketan! Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan hal itu, karena semua karbohidrat pada dasarnya bisa diolah menjadi alkohol. Tapi mengetahui fakta itu langsung dari pribumi setempat, saya sempat terkejut. Kita tidak perlu ke Jepang untuk minum sake. Di daerah terpencil nusantara, ada versi lainnya. Bahkan hasil fermentasi tuak ini bisa disuling untuk meningkatkan konsentrasi alkoholnya menjadi anding.
Perlu keterampilan dan kesabaran untuk menghasilkan tuak yang nikmat, karena pembuatannya melalui banyak proses peracikan bermacam bahan dan penakaran yang pas. Uniknya kebanyakan pembuatan tuak dilakukan oleh kaum perempuan, yang mewarisinya turun temurun dari keluarganya.
Di Palangka Raya dan hampir semua tempat lainnya di Kalimantan Tengah, minuman hasil fermentasi dari beras ketan asli Dayak ini lebih dikenal dengan nama baram. Tidak diketahui dengan pasti mulai dari kapan orang Dayak mengenal teknologi fermentasi tuak. Mungkin telah menjadi tradisi selama beratus-ratus tahun,  karena tuak digunakan dalam ritual sebagai sesaji untuk para roh leluhur. Juga disajikan sebagai minuman tradisional dalam acara penyambutan tamu terhormat.
Perlu keterampilan dan kesabaran untuk menghasilkan tuak yang nikmat, karena pembuatannya melalui banyak proses peracikan bermacam bahan dan penakaran yang pas. Uniknya kebanyakan pembuatan tuak dilakukan oleh kaum perempuan, yang mewarisinya turun temurun dari keluarganya.
Tuak, sake-nya Dayak bukanlah hal yang mengejutkan bagi seorang traveler. Tapi Anda pasti akan terpana saat melihat bahwa dalam acara ritual, warganya menggunakan tanduk banteng untuk meminum tuak. Tidak semua orang boleh minum dari tanduk banteng. Banteng di Lamandau adalah anomali, fenomena dalam fauna yang mengejutkan para peneliti.  Anda yang mengerti Biologi, pasti bertanya-tanya bukankah banteng tidak seharusnya berada di sana? Tapi warga di desa Petarikan, Bintang Mengalih, dan Kahingai sering melihat kawanan banteng di suatu tempat di tepian sungai Belantikan.  Sopaan mungkin nama tempat itu. Saya kira ini femomena mistik, tapi para peneliti memang menemukan kotorannya. Saya kira Kompas pernah menulis tentang hal ini. (Kompas, 3 Oktober 2005).
Anda juga tidak akan percaya akan fakta bahwa suku Dayak Tumon mengaku punya hubungan darah dengan suku Minangkabau di Sumatera Barat kan? Silahkan baca http://www.thefreelibrary.com/A+Tumon+Dayak+burial+ritual+%28Ayah+Besar%29%3A+description+and…-a093533241
Apakah juga perlu saya ceritakan fenomena kuyang alias hantu kepala terbang, yang saya sendiri pernah melihatnya langsung?
Waktu itu  sudah malam, dan ada panggilan untuk mengobati orang di desa tetangga. Kami naik speedboat, membelah sungai yang penuh dengan riam dan batu. Saat itu saya melihat ada bola api di atas pepohonan di tepi sungai. Pada mulanya saya berpikir saya sedang melihat meteor atau bintang jatuh, tapi akhirnya saya sadar kok lintasannya lurus ke depan. Obyek tidak dikenal itu, terbang perlahan-lahan sedekat pucuk-pucuk pohon. Sempat juga berpikir suatu satelit. Tapi ngapain satelit mengikuti kami? Akhirnya saya pun dijelaskan warga. Itu hantu terbang pak dokter. Lusanya pasien saya yang sudah sangat kuning itu akhirnya meninggal. Kata warga, darahnya dihisap kuyang
Lamandau bukan hanya tentang tuak. Ada begitu banyak kisah lainnya. Jika tertarik, saya akan menurunkan reportase saya selanjutnya. (http://wisata.kompasiana.com)

Kamis, 01 Januari 2015

7 Minuman Keras Asli Indonesia

Cap Tikus & Sagoer
Cap Tikus merupakan minuman keras dari Manado hasil penyulingan Sagoer. Sagoer sendiri adalah cairan yang disadap dari pohon enau dan mengandung sedikit kadar alkohol sekitar 5%. Setelah disuling dengan cara tradisional, minuman khas Minahasa ini menjadi pendorong kerja untuk kalangan petani. Namun saat ini Cap Tikus lebih menjadi sarana pelampiasan dan mabuk-mabukan. Begitu berbahayanya minuman ini hingga orang-orang tua mengingatkan agar bisa menahan atau mengontrol minum minuman Cap Tikus. Sejak dulu pula dikenal pameo menyangkut Cap Tikus, minum satu seloki Cap Tikus, cukup untuk menambah darah, dua seloki bisa masuk penjara, dan minum tiga seloki bakal ke neraka.
Tuak
Tuak merupakan minuman keras khas Indonesia hasil fermentasi dari bermacam buah. Bahan-bahan tuak biasanya beras atau cairan yang diambil dari tanaman seperti nira kelapa atau aren, legen dari pohon siwalan atau tal, atau sumber lain. Di daerah Batak tuak dibuat dari pohon aren yang mirip pohon kelapa maka sering disebut bir panjat. Bar-bar tradisional yang menyediakan tuak disebut lapo tuak. Sebenarnya tuak tersebar di begitu banyak daerah di Indonesia sehingga sering disebut dengan nama-nama lain, namun tuak di sini mengacu pada minuman hasil fermentasi dari buah yang manis. Sama seperti temannya dari Manado tuak juga sangat memabukkan dengan kadar alkohol yang lebih ringan. Di salah satu lapo tuak tertulis Segelas tuak penambah darah. 2 gelas, lancar bicara. 3 gelas, mulai tertawa-tawa. 4 gelas, mencari gara-gara. 5 gelas, hati membara. 6 gelas, membuat perkara. 7 gelas, semakin menggila. 8 gelas, membuat sengsara. 9 gelas, masuk penjara dan 10 gelas, masuk neraka.
Arak Bali
Mirip dengan tuak, arak bali merupakan minuman keras hasil fermentasi dari sari kelapa dan buah-buahan lain. Kadar alkoholnya 37-50%. Arak ini dari namanya saja sudah jelas berasal dari Bali dan sering digunakan dalam upacara-upacara adat. Dalam upacara menghormati para dewata arak akan dituangkan ke daun pisang yang sudah dibentuk seperti tangkup dan kemudian arak akan dicpiratkan tangan kanan dengan bantuan sebuah bunga. Arak-arak untuk upacara biasanya mutu terendah karena arak terbaik akan diminum. Arak ini cukup populer juga di kalangan wisatawan di Bali dan salah satu resep cocktail yang terkenal adalah “arak attack” yaitu campuran Arak Bali dan orange juice. Meskipun banyak turis mancanegara tidak akan terkesan dengan rasa arak dibanding minuman keras dunia lainnya namun keberadaan Arak Bali jelas membantu seorang asing menikmati liburannya dan mempromosikan pulau dewata.
Sopi
Sopi adalah minuman keras asal Maluku yang dilarang di sana namun sudah sangat populer dan mendarah daging. Sopi sendiri merupakan fermentasi dari pohon aren (jadi masih bersaudara dengan minuman keras Indonesia lainnya) dan memiliki kadar alkohol diatas 50%. Pembuatan Sopi yang menghasilkan rasa khasnya adalah penambahan bubuk akar Husor dan penggunaan bambu untuk penyulingan. Para pembuat Sopi tradisional meskipun terlarang sangatlah makmur sampai bisa menyekolahkan anak-anak mereka sampai ke bangku kuliah maka ada sebutan di Maluku sudah ada orang yang menjadi profesor-profesor karena Sopi ini. Ada yang bilang rasa Sopi mirip Vodka.
Lapen
Nah minuman keras asal Yogyakarta ini reputasinya sungguh buruk. Coba saja Anda cari di google mengenai minuman ini, halaman awal akan didominasi kisah-kisah tragis penegak lapen, dari kebutaan, kelumpuhan, sampai kematian massal. Namanya pun sudah cukup sangar Lapen merupakan singkatan dari “langsung pening”. Memang cara pembuatannyapun akan membuat kita geleng kepala. Alkohol 98,5% dicampur 15 liter air mineral ditambah gula dan pemanis lainnya, didiamkan 12 jam siap untuk dikonsumsi. Anda yang jeli akan bertanya alkohol apa yang dipakai? Disitulah masalahnya karena tidak jelas maka minuman ini sering terkontaminasi Methanol yang sangat beracun (bahan kosmetik, pembersih, dll) yang akan menjadi asam di dalam tubuh dan menyerang sistem saraf terutama saraf mata. Lebih parahnya lagi di Yogyakarta para pemuda yang hilang arah sering adu keberanian dengan mencampur Lapen dengan berbagai cairan lain untuk memperkuat rasanya, dan yang kami maksud cairan bukan hanya cairan minuman tapi bisa karbol, formalin, dan bahan kimia apapun yang bisa Anda pikirkan. Tidak heran halaman demi halaman pencarian google untuk “Lapen” dihiasi obituari dan berita pengerebekan polisi.
Ciu
Ciu merupakan sebuah nama sebutan untuk minuman keras khas dari daerah Banyumas dan Bekonang, Sukoharjo. Meskipun mungkin ada hubungannya tapi tidak sama dengan Ang Ciu atau arak merah Cina. Di Banyumas Ciu merupakan hasil fermentasi dari beras dengan kadar alkohol mencapai 50-90%. Di tempat ini Ciu illegal dan dengan aktif diberantas oleh pemerintah daerahnya. Di Bekonang di lain pihak, pembuatan Ciu ini didukung oleh pemerintah daerahnya, sehingga menjadi sangat populer dan dipasarkan ke seluruh Karesidenan Surakarta, Surabaya hingga Madura. Pada jaman dahulu setiap ada hajatan malamnya pasti diikuti dengan acara mabuk “Ciu Bekonang”. Ciu ini pembuatannya menggunakan tape dan ketan sehingga hasil fermentasi dari singkong tidak seperti saudaranya di banyumas. Kedua Ciu tidak berwarna, bening dan rasanya sangat kuat.
Anggur Orang Tua, Bir Bintang, Anker Beer, dan Minuman Keras Lokal Lainnya
Meskipun masih menjadi polemik dan perdebatan di kalangan rohaniawan, minuman keras produksi skala besar telah menjadi bisnis yang sangat besar. Lihat saja grup orang tua yang dari anggur kolesomnya bisa merambah hingga ke bisnis makanan lain. Bir produksi dalam negeri (yang rasanya kalah jauh dengan bir luar negeri) juga populer di kalangan masyarakat kecil. Minuman-minuman itu ada di daftar ini hanya karena mereka dibuat di Indonesia meskipun kecil nilai tradisinya. (http://sejarahnyaamerika.blogspot.com/)

Rabu, 17 Desember 2014

10 Minuman Keras Terkenal di Dunia

Minuman Keras Terkenal Di Dunia. Selain memuaskan dahaga, minuman dapat membawa pengaruh kesegaran baru. Ada juga minuman keras yang sedikit memabukkan tapi bisa jadi kebiasaan buat peminumnya. Boleh dikata hampir tiap negara di dunia memiliki minuman khasnya sendiri-sendiri, seperti yang dilansir dari Forbes. Mari kita simak 10 di antaranya.


Inilah 10 Minuman Terkenal Di Dunia :

1. Mojito = Kuba


Minuman tradisional asal Kuba ini telah berkembang menjadi salah satu minuman favorit di Amerika. Racikan aslinya terdiri dari rum, daun mint, air berkarbonat, dan jus manis kalengan. Namun, di masa sekarang racikannya sudah dimodifikasi dengan penambahan buah-buahan seperti blueberry, raspberry, peach, dan delima.

2. Sake = Jepang dan China


Sake erat kaitannya dengan keningratan. Minuman berbahan dasar air beras hasil fermentasi ini sering dihidangkan dengan sushi atau penganan Asia lainnya. Sake nikmat disajikan hangat maupun dingin, biasanya disuguhkan dalam sakazuki (cawan kecil datar, seperti tempat saus), ochoko (cawan mungil), atau ditaruh dalam masu (kotak kayu). Sake juga kerap dipakai dalam upacara adat Jepang.

3. Pisco Sour = Peru dan Chile


Minuman keras ini merupakan hasil penyaringan buah anggur, yang diproduksi di Peru dan Chile. Minuman ini dikombinasi dengan brandy, sirup, jus lemon, dan putih telur. Biasanya disajikan dalam gelas anggur model dulu. Di Chile, minuman ini kadang dicampur dengan coke dalam penyajiannya.

4. Brennivin = Islandia


Bila Anda dapat meneguk minuman ini tanpa meringis, berarti Anda lebih kuat dari kebanyakan orang Islandia yang pernah mencicipinya. Minuman keras Skandinavia ini terbuat dari kentang lembek yang difermentasi, dan biji-biji tanaman. Minuman ini biasanya menemani 2 hidangan lezat nan antik seperti rotted shark meat (daging hiu yang dibusukkan lalu dibakar dan dijemur hingga kering supaya racunnya hilang) dan hakarl (daging hiu yang difermentasi).

5. Soju = Korea Selatan dan Jepang


Soju, minuman Asia lainnya yang juga adalah hasil dari air beras yang difermentasi. Minuman ini mengandung alkohol kurang dari 35%, seperti yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah setempat. Menurut kebiasaan, biasanya minuman ini dikonsumsi beramai-ramai dan Anda tidak boleh mengisi gelas Anda sendiri, harus ada orang lain yang menuangkannya untuk Anda. Saat Anda mulai meminumnya dari cawan Anda, Andapun harus menghabiskannya sampai tetes terakhir.

6. Negroni = Italia


Italia yang terkenal dengan minuman wine-nya, ternyata juga terkenal dengan koktail manisnya. Minuman beralkohol ini merupakan perpaduan antara vermouth (sejenis air anggur yang putih atau agak kuning warnanya), gin dan Campari. Biasanya minuman ini disajikan dengan potongan lemon atau kulit jeruk di dalamnya.

7. Singapore Sling = Singapura


Resepnya telah banyak mengalami perubahan dari resep aslinya pada awal tahun 1900an. Menurut resep aslinya, minuman ini merupakan campuran gin, brandy ceri dan benedictine yang dikocok. Penyajiannya dipermanis dengan soda, grenadine, jus nanas, atau Cointreau, disesuaikan dengan selera pemesannya.

8. Akvavit = Denmark


Arti namanya adalah air kehidupan. Minuman beralkohol ini dapat membahayakan nyawa Anda kalau Anda tidak berhati-hati ketika mengkonsumsinya. Kadar alkoholnya cukup tinggi. Akvavit (atau 'Aquavit') diperoleh dari penyaringan air beras atau kentang, seperti vodka, namun ditambah dengan unsur herbal seperti ketumbar, biji adas, dan dill (tumbuh-tumbuhan yang bijinya harum dipakai untuk asinan, masak-masakan, minyak wangi dan obat-obatan).

9. Caipirinha = Brazil


Ini adalah minuman koktail nasional di Brazil, merupakan kombinasi antara Cachaca (sejenis rum, terbuat dari sirup sugarcane), gula dan limau. Minuman ini biasanya disajikan dalam gelas standard model dulu, beserta dengan potongan kulit jeruk dan lebih nikmat bila dicampur dengan es batu.

10. Sangria = Spanyol dan Portugal


Walau berasal dari Spanyol, namun minuman ini lebih populer di kalangan turis manca daripada di kalangan penduduk aslinya. Air anggur manis berpadu dengan campuran buah adalah resep asli minuman ini. Biasanya minuman ini disajikan dalam gelas anggur dengan buah sitrus yang mengambang pada permukaannya.

Itulah minuman keras terkenal di dunia yang pastinya paling termahal di dunia.

Rabu, 27 Agustus 2014

Sejarah Bir di Indonesia




Berbicara bir tentu akan menimbulkan prokontra yang tidak berkesudahan untuk dibahas. Namun kali ini mari kesampingkan sebentar perbedaan visi tentang bir di Indonesia. Kita tengok sebentar bagaimana sih bir bisa berada di Indonesia mengingat bir bukanlah minuman yang berasal dari negeri kita. 

Tercatat dalam sejarah penemuan bir tercetak pada artefak berusia 6.000 tahun dari bangsa Sumeria dan catatan kuno berusia 7.000 tahun di Iran. Penemuan ini menuju pada kesimpulan bahwa mungkin orang Afrika, Mesir, Ibrani, dan Cina juga telah mampu membuat bir ribuan tahun yang lalu. Bahkan para sejarawan percaya bahwa manusia nomaden pada masa prasejarah mungkin telah menemukan bir bahkan sebelum roti ditemukan. Selain itu, para arkeolog juga menemukan bukti bir dalam wadah berusia 7.000 tahun yang ditemukan di Pegunungan Zagros, Iran barat.

Kebanyakan orang jaman dahulu menganggap bir sebagai minuman ilahi. Bir merupakan salah satu yang dibawa dalam kapal Nabi Nuh AS. Bir disebut “cerevisia” oleh orang Romawi yang merupakan pemberian dewi pertanian, Ceres. Raja Hammurabi bahkan menetapkan hukum bahwa jatah bir yang lebih besar harus disediakan untuk pendeta dan golongan kelas atas.

Terciptanya bir sejak dahulu kala tentu bukan tanpa manfaat kendati birmengandung alkohol yang dilarang untuk dikonsumsi oleh umat agama Islam. Minuman berfermentasi ini sejak tercipta pertama kali memang dikonsumsi bertujuan untuk menghangatkan badan. Dianggap minuman dewa yang mampu menjaga suhu tubuh tetap hangat dicuaca dingin yang ekstrim. Saking berharganya beberapa suku bangsa seperti Babilonia, Mesir dan Eropa memakai bir sebagai alat pembayaran dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. 

Lantas bagaimana di Indonesia? Penduduk Indonesia mengenal bir pertama kali ketika diperkenalkan oleh penjajah Belanda yang mendirikan NV Nederlands Indische Bierbrouwerijen dan mulai memproduksi bir di Surabaya pada November 1931. Pabrik bir inilah yang kemudian menghasilkan brand bir paling populer di Indonesia hingga saat ini, Bir Bintang. Diperkuat dengan sejarah perdagangan di Indonesia dengan bangsa lain yang memakai sistem barter barang. Sekalipun tidak resmi dan bukan komoditi utama kala itu, bir tetap menjadi barang pertukaran di kalangan pedagang internasional yang dipakai sebagai alat pembayaran. Tukar menukar barang yang notabene salah satunya bir menjadikan minuman tertua ini lekas menyebar di Indonesia. Akhirnya penjajah Belanda yang juga sudah mengenal bir sejak lama di negaranya memastikan bir berkembang di Indonesia melalui pabrik bir ciptaannya. (dari http://id.openrice.com/)

10 Merk Bir Paling Enak di Dunia


 Bir adalah minuman beralkohol yang diproduksi melalui proses fermentasi bahan berpati dan tidak melalui proses penyulingan setelah fermentasi. Bir merupakan minuman beralkohol yang paling banyak dikonsumsi di dunia dan kemungkinan yang tertua. Selain itu, bir juga adalah minuman terpopuler ketiga di dunia, di bawah air dan teh
 Berikut 10 Merk Bir yang paling enak dan paling banyak diminum di dunia

1.Guinness
   Guinness adalah bir jenis Irish Stout atau Dry stout. Berwarna gelap, dan memiliki rasa yang mirip seperti kopi. Guinness terbuat dari air, malt, barley,hops dan ragi. Barley dipanggang untuk memberikan Guinness tampilan warna gelap dan aroma khas. Bila dilihat lebih dekat, tampilan Guinness terlihat memiliki warna merah rubi gelap, bukan hitam. Buih kental bir Guinness tercipta karena percampuran bir dengan nitrogen dalam proses penuangan.


2.San Miguel
   San Miguel Brewery yang merupakan anak perusahaan dari San Miguel Corporation, produsen bir terbesar di Filipina dengan market share lebih dari 95% (2008). Brewery pertamanya berdiri pada tahun 1890 di Manila, Filipina dan menjadi San Miguel Corporation pada tahun 1963 karena kemajuan bisnisnya yang pesat.


 3.Budweiser
    Budweiser, kadang-kadang disebut Bud saja, adalah sebuah merek bir putih (pale lager) terkenal di dunia yang dimiliki oleh perusahaan Anheuser-Busch yang berpusat di kota St. Louis, Amerika Serikat. Budweiser dibuat dengan sebuah proporsi campuran beras ke dalam fermentasi biji gandum (barley malt). Campuran ini mendapatkan beberapa kritik dari pecinta bir, namun pihak perusahaan berdalih bahwa campuran beras ini memberikan rasa yang lebih ringan pada bir mereka.


  4.Heineken
    Heineken adalah bir Belanda dengan kadar alkohol 5%. Bir ini dibuat olehHeineken International sejak tahun 1864. Produk ini adalah sponsor dari Liga Champions UEFA dan Piala Heineken.

 5.Corona
    Corona adalah salah satu merek bir terkemuka impor yang di jula di amerika serikat,sejak tahun 1922
   

 6.Miller lite
    Miller adalah bir pertama diposisikan sebagai bir yang ringan (lite) – lengkap dengan nama yang mendukung Positioning, rasanya netral  kompatibel dengan semua makanan. bir Ini memiliki kalori rendah dan dan sejumlah lebih sedikit dari karbohidrat.

 
7.Coors light
 Coors adalah  perusahaan terbesar ketiga yang memproduksi bir di Amerika Serikat. Mereka terkenal dengan operasi Golden, Colorado Brewery yang merupakan fasilitas pabrik bir terbesar di dunia.
 
 
8.Yuengling
    Yuengling adalah bir yang dihasilkan oleh DG Yuengling & Son, yang merupakan perusahaan pembuatan bir tertua di AS. Mereka menghasilkan 3,6 juta barel per tahun.

    9.Sarajevsko Pivo
   adalah bir premium dengan rasa mewah luar biasa. Dikatakan bahwa ia tahan lama,sangat halus dan jernih. bir ini dibuat di Bosnia dengan kualitas air yang sangat baik 
 
 
10.Samuel Adams
     adalah merek bir Amerika ,nama Samuel Adams, adalah  untuk menghormati orang yang melakukan pekerjaan besar untuk revolusi Amerika, di antara perusahaan-perusahaan terbesar Amerika.
 
(dari http://topsepuluh.blogspot.com/)

Bir, Minuman Tertua di Dunia




Popularitas bir sebagai minuman beralkohol yang paling banyak dikonsumsi di dunia sudah tidak diragukan lagi – saat ini bir bahkan menduduki peringkat ketiga minuman terpopuler di dunia.

Satu lagi fakta yang menarik tentang bir: minuman ini ternyata merupakan salah satu minuman tertua yang dibuat manusia. Bukti-buktinya tercatat pada sejarah tertulis Mesir Kuno dan Mesopotamia.

Meskipun tidak ada yang tahu pasti kapan bir pertama kali diproduksi, beberapa bukti sejarah telah membuktikan bahwa minuman ini telah menyertai perjalanan panjang peradaban manusia. Prasasti tanah liat di Babilon, misalnya, menjelaskan dengan rinci resep pembuatan bir di tahun 4.300 SM. Selain itu, bir juga telah dibuat oleh bangsa Cina kuno, Asiria dan Inka.

Nampaknya bir dengan racikan jaman dulu juga pernah menjadi minuman obat. Sebuah tulisan yang ditemukan di Mesir dan diduga dibuat pada tahun 1600 SM menuliskan 100 resep pengobatan dengan menggunakan bir. Sebuah resep kuno berusia 3 milenium yang ditemukan di kuli matahari Ratu Nefertiti juga pernah diolah oleh New Castle Brewery di Inggris menjadi 1000 botol bir yang diberi nama “Tutankhamun Ale”.

Produksi bir untuk tujuan komersil pertama kali tercatat pada tahun 1200 di suatu tempat yang saat ini masuk ke dalam wilayah negara Jerman. Di tahun 1506, Jerman mengeluarkan sebuah undang-undang yang mengatur kemurnian bir, dan pembotolan bir mulai diterapkan pada tahun 1605.

Karakter bir telah berubah secara drastis sepanjang ribuan tahun. Meskipun pada esensinya bir merupakan minuman beralkohol, saat ini telah ada beberapa variasi bir dengan kadar alkohol mendekati atau tepat 0%.

Lantas bagaimana dengan sejarah bir di Indonesia? Bangsa Indonesia pertama kali diperkenalkan pada bir saat penjajah Belanda mendirikan NV Nederlands Indische Bierbrouwerijen dan mulai memproduksi bir di Surabaya pada November 1931. Pabrik bir inilah yang kemudian menghasilkan brand bir paling populer di Indonesia saat ini: Bir Bintang. (http://indonesiaindonesia.com/)

Kamis, 07 Agustus 2014

Kvass, Minuman Khas Rusia yang Legendaris



Kvass, Minuman Khas Rusia yang Legendaris
Kvass dihidangkan di semua tempat, mulai dari istana kaisar, kediaman para bangsawan, biara, barak tentara, hingga gubuk petani. Foto: PhotoXPress

Minuman Favorit
Tidak ada minuman lain dari Rus (nama kuno daerah Eropa Timur yang didiami bangsa Slavia Timur) yang memiliki kekayaan sejarah seperti kvass. Minuman ini sudah muncul dalam letopis (literatur kuno) pada tahun 996 Masehi. Dalam tulisan tersebut, dijelaskan bahwa atas perintah Kaisar Vladimir, para penganut baru agama Kristen selalu disuguhi makanan, madu, dan kvass. Minuman dengan rasa yang kuat dan menyegarkan ini digemari oleh semua orang. Tak heran, minuman ini tenar di seluruh kalangan masyarakat.  Kvass dihidangkan di semua tempat, mulai dari istana kaisar, kediaman para bangsawan, biara, barak tentara, hingga gubuk petani. Kvass bahkan mengisi menu makanan para tahanan penjara.

Menjelang awal abad ke-15, terdapat lebih dari 500 jenis kvass. Ada yang manis asam, kental dengan rasa pahit manis, ringan dan wangi, putih dan berbulir, rasa mint berpadu kismis, dicampur khren (sejenis bumbu dari lobak), kvass khas Ural, kvass khas Boyarskiy, kvass beraroma dan berbahan milet, dicampur buah pir, bahkan kvass dicampur paprika. Pada akhir abad ke-19, kvass dari buah pir rebus merupakan minuman yang paling digemari oleh para penghuni kerajaan.
Resep tradisional pembuatan kvass cukup memakan waktu. Untuk membuat kvas, Anda harus merendam biji gandum hingga muncul kecambah, kemudian merebus dan memasak ekstraknya. Pembuatan kvas membutuhkan waktu dua bulan, namun minuman itu memang pantas untuk ditunggu.
Kvas untuk Kalangan Bangsawan
Minuman rakyat  ini menjadi sebuah simbol kehormatan besar bagi para kaisar Rusia. ‘Kvass di dalam guci perak’ pernah disajikan untuk Kaisar Rusia Aleksey Mikhailovich di pesta pernikahannya. Peter I juga gemar mencicipi kvas dengan khren (sejenis bumbu dari lobak). Minuman menyegarkan ini dibuat berdasarkan resep dari Peter I sendiri. Ratu Anna Yoannovna juga gemar menikmati kvass. Kvass disajikan pada sang ratu dan tamu-tamunya oleh Pangeran Mikhail Golitsyn. Pangeran Grigory Potyemkin juga merupakan salah satu penggemar minuman khas Rusia tersebut. Kvass menjadi minuman yang tak tergantikan bagi sang pangeran di setiap peperangan dan perjalanan panjang yang meletihkan. Demi fermentasi yang sempurna, sang pangeran rela menaburkan sendiri kismis ke dalam wadah kvas sehari sebelum minuman tersebut dihidangkan.
Ciptakan Profesi Tersendiri
Popularitas kvass menciptakan sebuah profesi yang bergengsi di kalangan masyarakat Rusia. Orang yang gemar mencoba dan membuat minuman beralkohol disebut kvasnik. Kadar alkohol kvass kala itu bisa mencapai 15 persen. Kvasnik tidak hanya pandai membuat minuman yang menyegarkan, tetapi juga menciptakan tren minuman mereka sendiri. Kata kerja kvasitbertahan hingga saat ini dan artinya pun masih sama.
Di akhir abad ke-19, tempat favorit masyarakat Rusia untuk melewati musim panas sambil mencicipi kvass di Moskow adalah di Okhotniy Ryad. Di sana, terdapat sekitar seribu pedagang yang menawarkan kvass dengan kalimat menggoda, “Kvas dingin, oyeii!!”. Di kota-kota lain, para pedagang kvas telah memiliki wilayah kekuasaan masing-masing. Mereka tidak mengizinkan pesaing ataupun pedagang asing masuk berjualan di wilayah mereka.
Kvasnik selalu mencoba meracik jenis kvass baru yang mengejutkan para pelanggan dengan rasa yang orisinil, sambil terus menyempurnakan resep sebelumnya.
Para kvasnik dikategorikan berdasarkan jenis bahan pembuat kvass miliknya, misalnya kvasnik ‘Jelai’ (sejenis sereal), atau kvasnik pir. Seorangkvasnik dapat dengan mudah dibedakan dengan orang biasa di jalan-jalan kota Saint Petersburg. Mereka membawa wadah kaca berisikan kvass dan memakai topi berbentuk silinder. Mitos bahwa kvass memiliki khasiat ajaib membuat orang-orang tidak terlalu memikirkan kebersihan, semua pencinta kvass minum dari satu gelas yang sama.
Barel Kayu Kuning di Moskow
Pada era 1930-an, gerobak-gerobak kvass dengan para penjual murung bercelemek lusuh bertaburan di jalan-jalan Moskow. Segelas kvass Bavaria saat itu dijual seharga 20 kopek. Tidak lama setelah itu muncul “Barel Kayu Kuning” atau “botol minum tahan panas”.  Kvass kemudian dijual dalam bentuk kalengan. Bagi mereka yang tidak sabar menikmati kvass di jalan, mereka dapat meneguk kvass langsung di tempat dengan membeli segelas kvass ukuran kecil ataupun besar.

Seorang seniman perempuan terkenal yang membuat patung “Rabochiy i Kolkhoznitsa” (Pekerja dan Perempuan Kolkhoz) Vera Mukhina juga ikut berkerja membuat desain gelas kaca dengan bentuk beraneka ragam sebagai wadah kvass. Walau saat ini di pasar terdapat jenis-jenis kvass yang beraneka ragam, orang-orang lebih memilih “Kvasku iz bochki” (kvass dari barel kayu) atau kvass buatan rumah.
Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di Russkaya Semyorka.
(http://indonesia.rbth.com/)